Sebanyak 130 guru dari jenjang TK hingga SMA di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengikuti pelatihan strategi efektif deep learning untuk menumbuhkan karakter cinta lingkungan. Pelatihan yang digagas Minamas Plantation bersama Indonesia Heritage Foundation (IHF) ini merupakan kelanjutan Program Sekolah Peduli Api yang berjalan sejak 2022.
BATULICIN — Minamas Plantation bersama Indonesia Heritage Foundation (IHF) kembali menggelar pelatihan bagi para pendidik di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pelatihan bertema "strategi efektif deep learning" ini diikuti 130 guru dari jenjang TK hingga SMA, yang berasal dari sekolah-sekolah Minamas dan institusi pendidikan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Regional Controller Minamas Plantation, Adrian Mohd Fazrin Mohd Fairoz, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap pendidikan sebagai pilar utama tanggung jawab sosial. Program Sekolah Peduli Api yang dijalankan sejak 2022 ini bertujuan memperkuat kapasitas pendidik sekaligus menanamkan nilai karakter dan budaya peduli lingkungan dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Pendidikan Karakter Jadi Tameng Sosial bagi Generasi Muda
Adrian menyebut pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas profesional guru, tetapi juga merespons tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Menurutnya, persoalan seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, dan berbagai masalah sosial lainnya menuntut pendidik untuk lebih dari sekadar pengajar.
"Anak-anak tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan nilai-nilai moral, akhlak mulia, ketangguhan mental, serta kesadaran menjaga lingkungan," katanya.
Ia menambahkan bahwa guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik dengan hati. Kegiatan ini mengusung jargon "Guru Istimewa, Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Sepanjang Hari" yang diharapkan mampu memberikan wawasan baru serta metode pembelajaran yang lebih holistik bagi para peserta.
Perusahaan Pantau 205 Titik Api Sepanjang Juni-Agustus 2026
Di sela pelatihan, Adrian juga mengingatkan para guru dan tamu yang hadir untuk bersama-sama menghindari praktik membakar lahan. Himbauan ini disampaikan menyusul hasil pemantauan perusahaan yang mencatat sebanyak 205 titik api atau hotspot selama periode Juni 2026 hingga Agustus 2026.
Sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan perusahaan terus diperkuat demi mewujudkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan peduli lingkungan. Selain fokus pada pendidikan, Minamas Plantation juga rutin berkontribusi melalui investasi sosial bagi masyarakat pada pilar Pendidikan, Lingkungan, dan Pemberdayaan Masyarakat.
Dinas Pendidikan Kotabaru Apresiasi Inisiatif Pelatihan Guru
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, mengapresiasi inisiatif Minamas Plantation dan IHF dalam menyelenggarakan pelatihan ini. Ia menilai kehadiran 130 guru dari berbagai jenjang menunjukkan besarnya perhatian para pendidik di Kotabaru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
"Pendidikan tidak hanya soal mencerdaskan, tetapi juga membentuk jiwa dan karakter anak-anak kita. Tema tentang Deep Learning dan penanaman karakter cinta lingkungan sangat relevan dengan tantangan masa kini," ujarnya.
Akhmad berharap ilmu yang didapat para guru dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Dengan begitu, lahir generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan mencintai alam sekitarnya. Perusahaan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah Kotabaru, tim IHF sebagai narasumber, panitia pelaksana, serta seluruh guru peserta yang berkomitmen untuk terus berkembang.