Pencarian

Festival Tunas Bahasa Ibu HST 2026: 218 Pelajar SD-SMP Berlomba dalam 5 Cabang Bahasa Banjar

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:05:01 WIB
Festival Tunas Bahasa Ibu HST 2026: 218 Pelajar SD-SMP Berlomba dalam 5 Cabang Bahasa Banjar
pelajar SD dan SMP se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 di Barabai, Rabu (26/8/2026).

BARABAI — Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memastikan kelanjutan program revitalisasi bahasa daerah melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten tahun 2026. Ajang yang dijadwalkan berlangsung akhir Agustus ini diikuti 218 pelajar dari jenjang SD dan SMP, dengan rincian 110 peserta dari tingkat SD dan 108 peserta dari tingkat SMP.

Setiap kecamatan di HST mengirimkan 10 wakil terbaiknya untuk jenjang SD. Sementara untuk jenjang SMP, para peserta akan bersaing dalam lima cabang lomba yang semuanya menggunakan bahasa Banjar.

Lima Cabang Lomba yang Dipertandingkan

Lima cabang lomba yang dipertandingkan meliputi menulis dan membaca puisi bahasa Banjar, menulis cerita pendek bahasa Banjar, bercerita bahasa Banjar, berpidato bahasa Banjar, serta bapandung. Seluruh cabang lomba ini dirancang untuk menguji kemampuan ekspresif dan kreativitas pelajar dalam menggunakan bahasa ibu mereka.

Bahasa Ibu sebagai Identitas dan Jati Diri Masyarakat

Staf Ahli Bupati HST, Syahruli, yang mewakili Bupati Samsul Rizal, menekankan bahwa bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi. Menurutnya, bahasa merupakan bagian dari identitas, budaya, dan jati diri masyarakat yang di dalamnya terkandung nilai-nilai serta kearifan lokal warisan generasi ke generasi.

“Melalui bahasa, kita mengenal nilai-nilai, tradisi, dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Syahruli saat menyampaikan sambutan Bupati HST di Balai Belajar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK), Rabu (26/8/2026).

Menjaring Penutur Muda dan Agen Transmisi Bahasa

Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menjelaskan bahwa revitalisasi bahasa daerah bertujuan menambah jumlah penutur muda. Proses transmisi bahasa ini diharapkan berjalan melalui tiga lingkungan utama: sekolah, komunitas, dan keluarga.

“Generasi muda memegang tongkat estafet eksistensi sebuah bahasa daerah. Karena itu, mereka harus dilibatkan sebagai tunas sekaligus agen transmisi bahasa antargenerasi,” kata Anhar.

Ia menegaskan FTBI bukan sekadar perlombaan tahunan. Kegiatan ini dikemas sebagai festival yang menarik bagi peserta didik agar minat terhadap bahasa Banjar tumbuh secara alami, bukan karena paksaan.

Strategi Menjaring Talenta untuk Tingkat Provinsi

Selain sebagai ajang pelestarian, FTBI HST 2026 memiliki target strategis untuk menjaring talenta unggul dari kalangan pelajar. Mereka yang berpotensi akan difasilitasi untuk mengikuti kompetisi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Yang tidak kalah penting, FTBI juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi dan menjaring talenta-talenta unggul dari kalangan pelajar HST yang nantinya dipersiapkan mengikuti FTBI tingkat provinsi hingga nasional,” jelasnya.

Jadwal Pelaksanaan untuk Jenjang SD dan SMP

Pelaksanaan FTBI untuk jenjang SD dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di BBGTK eks SMPN 10 HST. Sementara itu, untuk jenjang SMP akan digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di SMP Negeri 3 Hulu Sungai Tengah.

Anhar berharap FTBI mampu membangun kebiasaan positif dalam penggunaan bahasa Banjar di lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat, bukan hanya berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.

“Harapan kita, dari kegiatan ini tumbuh generasi muda yang cinta terhadap bahasa Banjar sebagai bahasa ibu, bangga menggunakannya, dan memiliki komitmen untuk terus melestarikannya,” pungkasnya.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jurnalkalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks