Pencarian

Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Banjarbaru, Banjarmasin hingga Batola, Rektor Uniska Ingatkan Mahasiswa Soal Jarak Pandang

Kamis, 20 Agustus 2026 • 08:54:31 WIB
Kabut Asap Karhutla Kembali Selimuti Banjarbaru, Banjarmasin hingga Batola, Rektor Uniska Ingatkan Mahasiswa Soal Jarak Pandang
Kabut asap pekat akibat karhutla menyelimuti Banjarbaru, Banjarmasin, dan Batola, membatasi jarak pandang pengendara.

BANJARMASIN — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Berdasarkan pantauan, kabut asap terpantau menutup sejumlah kawasan di Kota Banjarbaru, Banjarmasin, hingga Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Kondisi ini membuat jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas. Situasi tersebut lantas memantik kekhawatiran dari kalangan akademisi, khususnya terkait keselamatan mahasiswa yang kerap beraktivitas di luar ruangan.

Imbauan Rektor Uniska untuk Mahasiswa

Menyikapi kabut asap yang makin pekat, Rektor Universitas Islam Kalimantan (Uniska) mengingatkan para mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di jalan. Imbauan ini disampaikan menyusul menurunnya visibilitas yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Pihak kampus menekankan agar mahasiswa yang menggunakan kendaraan bermotor untuk lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan. Jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap dinilai berisiko tinggi memicu kecelakaan lalu lintas.

Wilayah Terdampak dan Kondisi Jarak Pandang

Kabut asap yang menyelimuti Kalsel kali ini terpantau melanda tiga wilayah utama, yaitu Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Barito Kuala. Ketiganya merupakan wilayah dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi.

Di sejumlah titik, tebalnya kabut asap membuat pandangan pengendara menjadi sangat terbatas. Kondisi ini diperparah jika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga potensi terjadinya tabrakan beruntun pun meningkat.

Antisipasi di Tengah Kabut Asap

Dengan kondisi ini, para pengendara diimbau untuk menyalakan lampu kendaraan meskipun siang hari. Langkah tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan visibilitas kendaraan lain terhadap keberadaan pengendara di tengah kabut.

Selain itu, penggunaan masker juga disarankan untuk mengurangi dampak kesehatan akibat menghirup udara yang tercemar asap. Imbauan serupa disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat agar senantiasa waspada hingga kondisi kabut asap berangsur membaik.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalimantanpost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks