KALIMANTAN SELATAN — Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat kegiatan peresmian berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menegaskan pengaturan arus kendaraan diperlukan demi keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat di lokasi acara.
"Rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional di sekitar kawasan Stasiun LRT Jakarta Manggarai selama kegiatan peresmian berlangsung," kata Budi di Jakarta, Selasa (25/8).
Rute Pengalihan dari Empat Arah
Pengaturan paling awal diberlakukan di Jalan Minangkabau Timur mulai pukul 07.00 WIB. Kendaraan dari selatan Tebet menuju Proklamasi yang biasa melintasi jalan tersebut dialihkan melalui Jalan Minangkabau Barat dan Jalan Sultan Agung sisi selatan, kemudian diputar balik di U-Turn Pasar Rumput sebelum melanjutkan perjalanan lewat Jalan Sultan Agung sisi utara dan Jalan Tambak.
Adapun kendaraan dari barat atau Dukuh Atas menuju Tebet dan Proklamasi diarahkan melewati Jalan Galunggung–Jalan Sultan Agung–Jalan Tambak. Pengendara yang menuju Tebet dapat berputar balik di depan RSIA Tambak.
Untuk arus dari timur atau Proklamasi menuju Dukuh Atas, kendaraan dialihkan melalui Jalan Tambak–Jalan Dr. Sahardjo, lalu diputar balik di depan Toba Tabo. Perjalanan dilanjutkan melalui Jalan Sahardjo–Jalan Minangkabau Barat–Jalan Sultan Agung sesuai tujuan masing-masing.
Akses Warga Tetap Dibuka dan Lokasi Parkir Tamu
Meski sejumlah ruas dialihkan, Dishub DKI memastikan akses warga dan aktivitas perkantoran di kawasan Manggarai tetap berjalan normal. Pengendara diminta memperhitungkan waktu tempuh dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Bagi tamu undangan, Dishub menyediakan area parkir khusus di belakang Pasaraya Manggarai selama acara berlangsung. Budi mengimbau masyarakat memperhatikan rambu-rambu sementara yang dipasang di sepanjang jalur pengalihan.
"Kami berharap pengendara kendaraan dan masyarakat memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti arahan petugas di lapangan," ujarnya.