Pencarian

SDN Hambuku Lima HSU Ubah Ratusan Kilogram Sampah Plastik Jadi Paving Blok, Tembus Juara Sekolah Sehat Kalsel

Rabu, 26 Agustus 2026 • 14:27:02 WIB
SDN Hambuku Lima HSU Ubah Ratusan Kilogram Sampah Plastik Jadi Paving Blok, Tembus Juara Sekolah Sehat Kalsel
Siswa SDN Hambuku Lima HSU memilah sampah plastik untuk diolah menjadi paving blok melalui program PASTI.

AMUNTAI — Sampah plastik yang selama ini menjadi beban lingkungan di SDN Hambuku Lima, Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), kini disulap menjadi material bangunan yang bernilai guna. Melalui program PASTI (Paving Blok Sampah Plastik), sekolah ini berhasil memproduksi paving blok yang lebih lentur dan tahan benturan dibandingkan material konvensional.

Inovasi yang digagas Risa Zuardi pada 2024 ini tidak hanya membersihkan lingkungan sekolah, tetapi juga mengantarkan SDN Hambuku Lima meraih juara pertama Sekolah Sehat tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025. Setahun kemudian, program ini resmi ditetapkan sebagai Inovasi Unggulan Sekolah.

Dari Kantong Plastik Bekas Menjadi Jalan Sekolah yang Kedap Air

Proses pengolahan limbah di sekolah ini berjalan terstruktur. Sampah kantong, kemasan, dan botol plastik dikumpulkan dari seluruh warga sekolah, kemudian dipilah berdasarkan jenisnya sebelum masuk tahap pencacahan.

Plastik yang sudah dicacah dilelehkan dengan kontrol suhu ketat, lalu dicampur pasir halus sebagai bahan penguat. Adonan tersebut dicetak dengan tekanan tinggi dan didinginkan hingga menjadi paving blok yang kokoh.

Hasil olahan ini langsung dimanfaatkan untuk membenahi fisik sekolah. Jalan halaman yang tadinya rusak dan becek saat hujan kini diperbarui dengan paving blok kedap air. Sebagian produk juga disusun menjadi tugu ikonik di area Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Menyerap Ratusan Kilogram Sampah dan Libatkan Seluruh Warga Sekolah

Program ini terbukti efektif menyerap ratusan kilogram sampah plastik yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Keberhasilannya tidak lepas dari kolaborasi menyeluruh seluruh elemen sekolah.

Siswa berperan sebagai kader lingkungan yang bertugas memilah sampah, sementara guru mendampingi proses teknis produksi. Pengelola kantin menjamin ketersediaan bahan baku yang bersih, dan Komite Sekolah bersama orang tua turun tangan melengkapi sarana pendukung.

Pembelajaran Langsung Berbasis Proyek bagi Siswa

Bagi para siswa, siklus pengolahan sampah ini menjadi laboratorium belajar nyata. Mereka mempelajari prinsip daur ulang dan pelestarian alam bukan sekadar teori di dalam kelas, melainkan melalui praktik langsung yang bisa dilihat hasilnya.

Risa Zuardi berharap inovasi ini terus dikembangkan dan dipertahankan secara berkelanjutan.

"Inovasi ini kami harap terus berkembang dan tetap konsisten menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus menjadi contoh bagi sekolah lain bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat," ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Dibandingkan material konvensional, produk PASTI unggul karena lebih lentur, tahan terhadap benturan dan cuaca ekstrem, serta efisien dalam memangkas biaya perbaikan fasilitas sekolah. Ke depan, program ini diharapkan menginspirasi sekolah-sekolah lain di Kalimantan Selatan untuk mengelola sampah secara produktif.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kanalkalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks