BANJARMASIN — Posko relawan di Kawasan Pengayuan, Banjarmasin, mengerahkan 30 personel untuk memadamkan api yang muncul di lahan gambut. Dua titik api berhasil dipadamkan, sementara satu titik lainnya masih dalam proses penanganan hingga Rabu malam.
Pemilik Posko Relawan di Kawasan Pengayuan, Hendra, mengatakan kondisi lahan gambut membuat api cepat membesar dan mengeluarkan asap tebal. "Kalau sudah besar, asapnya tebal. Sumber air juga menjadi kendala," ujarnya saat berbincang dengan Pro3 RRI, Rabu (26/8/2026).
Kendala Sumber Air dan Selang di Lapangan
Selain keterbatasan sumber air, panjang selang pemadam menjadi persoalan tersendiri. Jarak antara titik api dan sumber air membuat relawan kesulitan menjangkau lokasi kebakaran secara maksimal.
Kondisi kanal yang menjadi salah satu sumber pengairan juga memperlambat proses pemadaman. Sejumlah kanal di lokasi sudah mengalami pendangkalan akibat lumpur.
"Sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengambil air. Akibatnya, kemampuan pemadaman sangat bergantung pada kondisi sumber air di sekitar lokasi," kata Hendra.
Warga Terdampak ISPA, Posko Beroperasi 24 Jam
Meski aktivitas masyarakat sekitar masih berjalan seperti biasa, sejumlah warga dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat menghirup asap kebakaran.
Untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, posko relawan tetap beroperasi selama 1x24 jam. Kesigapan ini dinilai penting mengingat karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar kembali jika tidak dipantau ketat.