Tim Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memprioritaskan pembasahan lahan gambut yang terbakar di kawasan ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bara api yang menjalar di bawah tanah benar-benar padam, menyusul banyaknya titik api yang kembali bermunculan di permukaan.
BANJARBARU — Api yang membakar lahan gambut di Kalimantan Selatan ternyata tidak hanya melahap vegetasi di permukaan. Tim Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menemukan bara api yang menyebar dan menjalar melalui lapisan tanah, sehingga upaya pemadaman dari atas permukaan saja tidak akan efektif.
Dian Cahyo Buwono dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) menyatakan, fokus utama saat ini adalah pembasahan lahan gambut di kawasan ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. Hal ini dilakukan untuk memastikan bara api di bawah tanah benar-benar padam.
Penyemprotan Air Hingga Kedalaman Dua Meter
"Hasil pemantauan kami sepanjang siang ini banyak api bermunculan, ini akibat penyebaran bara api dari dalam tanah," kata Dian di lokasi karhutla di Tegal Arum, Banjarbaru, Selasa.
Untuk menjangkau titik api di dalam tanah, petugas tidak hanya menyiram permukaan lahan. Mereka melakukan penyemboran air ke dalam tanah dengan kedalaman hingga dua meter. Menurut Dian, jangkauan air yang disemprotkan tersebut bergantung pada kekuatan mesin pompa yang digunakan.
"Kita upayakan bagaimana tanah menjadi lumpur agar tak lagi timbul bara api dari dalam," tambahnya.
Kebakaran di Bawah Tanah Lebih Sulit Dipadamkan
Kebakaran lahan gambut memiliki karakteristik yang berbeda dengan kebakaran hutan biasa. Api tidak hanya membakar dedaunan kering di permukaan, tetapi juga merambat ke lapisan gambut di bawahnya yang kaya akan material organik.
Kondisi ini membuat api sulit terlihat dan sulit dipadamkan. Air yang disiram dari udara atau dari permukaan tanah seringkali tidak cukup untuk menjangkau titik api yang berada jauh di dalam. Oleh karena itu, pembasahan secara menyeluruh, termasuk pada area lahan yang tampak tidak terbakar, menjadi kunci untuk mencegah api kembali muncul.
Perintah Menteri Kehutanan untuk Kerahkan Seluruh UPT
Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah memerintahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Kehutanan untuk bergerak membantu penanggulangan kebakaran lahan di provinsi tersebut.
Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari BPKH, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL), BPDAS Barito, serta Manggala Agni. Mereka dibantu oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) yang terus berjuang meredam kebakaran lahan di lapangan.