Pencarian

Dinkes Tapin Pantau ISPA di Tengah Karhutla, Pemkab Tabalong dan HSU Gelar Kesiapsiagaan; Adaro Perkuat 25 Kader Posyandu

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:06:01 WIB
Dinkes Tapin Pantau ISPA di Tengah Karhutla, Pemkab Tabalong dan HSU Gelar Kesiapsiagaan; Adaro Perkuat 25 Kader Posyandu
Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin memperketat pemantauan penyakit ISPA di tengah meningkatnya titik kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN — Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin memperketat pengawasan penyakit ISPA di tengah meningkatnya titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Peningkatan aktivitas karhutla dalam sepekan terakhir mendorong pemerintah kabupaten untuk mengaktifkan pemantauan kesehatan masyarakat secara lebih intensif.

Langkah serupa dilakukan di kabupaten tetangga. Pemerintah Kabupaten Tabalong menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kekeringan, sementara Pemkab Hulu Sungai Utara (HSU) mengajak warganya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana asap.

Mengapa ISPA Menjadi Perhatian Utama di Musim Karhutla?

Asap hasil pembakaran lahan mengandung partikel halus yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma menjadi yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Pemantauan yang dilakukan Dinkes Tapin difokuskan pada puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mendeteksi dini lonjakan pasien dengan keluhan batuk, sesak napas, dan iritasi tenggorokan.

Kesiapsiagaan Pemkab Tabalong dan HSU

Apel kesiapsiagaan yang digelar Pemkab Tabalong menjadi bentuk antisipasi dini terhadap dua potensi bencana sekaligus, yakni karhutla dan kekeringan. Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi terkait untuk memastikan kesiapan peralatan dan prosedur penanganan darurat.

Di sisi lain, Pemkab HSU mengedepankan pendekatan partisipatif dengan mengajak warga aktif melaporkan titik api dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menekan jumlah kejadian karhutla.

Adaro, AlamTri, dan YABN Perkuat Kapasitas Kader Posyandu

Di tengah penanganan bencana, perhatian juga diberikan pada penguatan layanan kesehatan dasar. PT Adaro Indonesia bersama AlamTri dan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) memberikan pelatihan peningkatan keterampilan bagi 25 kader posyandu.

Program ini bertujuan membekali kader dengan pengetahuan terbaru terkait pelayanan ibu dan anak, gizi, serta administrasi posyandu. Dengan keterampilan yang lebih baik, diharapkan kualitas layanan kesehatan di tingkat desa dapat meningkat secara signifikan.

Selain itu, partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Banjarmasin tercatat mencapai angka 90,5 persen. Capaian ini menunjukkan tingginya kesadaran orang tua di ibu kota provinsi untuk menyekolahkan anaknya sejak usia dini.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks