KALIMANTAN SELATAN — Kantor Investigasi Defect (ODI) NHTSA mengumumkan pembukaan penyelidikan analisis teknik pada Kamis lalu. Investigasi ini merupakan perluasan dari cakupan Recall 25V-274 yang sebelumnya hanya menjangkau kendaraan keluaran 2021–2026. Kini, total potensi kendaraan yang terdampak mencapai 997.743 unit, mencakup model laris seperti Chevrolet Silverado, Suburban, Tahoe, Cadillac Escalade, serta GMC Sierra dan Yukon.
Keputusan ini diambil setelah ODI menerima 499 pengaduan konsumen soal kegagalan mesin pasca-perbaikan. Dari jumlah tersebut, 473 laporan menyebut mesin rusak setelah kendaraan hanya menjalani penggantian oli dengan viskositas berbeda. Sementara 26 pemilik lainnya mengaku mesin barunya kembali bermasalah setelah total replacement unit dilakukan.
Dua Jalur Perbaikan Recall 25V-274 yang Dianggap Tak Menyelesaikan Masalah
Recall 25V-274 sebelumnya mewajibkan dealer melakukan inspeksi menyeluruh pada kendaraan bermesin L87. Berdasarkan hasil pemeriksaan, konsumen hanya mendapat dua opsi: penggantian oli dengan kekentalan lain atau penukaran mesin total. General Motors beralasan masalah berasal dari kualitas produksi pemasok komponen.
Sayangnya, strategi tersebut dinilai tidak efektif. ODI mencatat tambahan 191 keluhan baru dari pemilik L87 yang unitnya justru tidak tercakup dalam recall awal. Angka ini di luar 6.953 laporan kegagalan mesin pasca-perbaikan yang langsung diterima NHTSA dari General Motors.
Mesin L87 Berpotensi Dipensiunkan Lebih Cepat
Investigasi kini melebar ke unit L87 yang diproduksi di luar periode Maret 2021 hingga Mei 2024. Artinya, kendaraan keluaran terbaru pun ikut dalam pengawasan ketat otoritas.
Menariknya, GM saat ini tengah mengembangkan generasi baru small block dengan kapasitas 5.7 liter dan 6.7 liter. Kehadiran mesin anyar ini memicu spekulasi bahwa L87 akan segera dipensiunkan dari lini produksi, terutama jika investigasi NHTSA menemukan cacat desain fundamental pada mesin 6.2 liter tersebut.
Bagi pemilik kendaraan GM bermesin L87 di Indonesia—yang umumnya masuk melalui jalur importir umum—disarankan untuk memeriksa riwayat recall kendaraan secara berkala. Meski belum ada penarikan resmi di pasar lokal, hasil investigasi NHTSA bisa menjadi acuan awal untuk mengantisipasi potensi masalah serupa pada unit yang beredar di Tanah Air.