Pencarian

Bulog dan Kementan Turun ke Surabaya, 184 Ribu Warga Kebagian Beras Bantuan Pemerintah

Kamis, 13 Agustus 2026 • 13:31:01 WIB
Bulog dan Kementan Turun ke Surabaya, 184 Ribu Warga Kebagian Beras Bantuan Pemerintah
Petugas Perum BULOG menyerahkan bantuan beras kepada warga penerima di Kelurahan Lidah Kulon, Surabaya.

KALIMANTAN SELATAN — Surabaya menjadi titik kedua penyaluran bantuan pangan setelah sebelumnya program serupa digelar di Alor, Nusa Tenggara Timur. Kedatangan pejabat tinggi di lapangan ini bukan sekadar seremoni—mereka ingin memastikan tidak ada hambatan distribusi yang membuat beras telat sampai ke penerima.

"Targetnya bantuan ini dapat disalurkan secepatnya dan sampai kepada masyarakat. Dengan stok beras yang melimpah, ini merupakan bentuk kepedulian Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia," ujar Amran di lokasi.

Stok Beras Nasional Melimpah, Bulog Siap Jadi Operator Utama

Perum BULOG menegaskan kesiapannya menjalankan peran sebagai operator utama program ini. Mulai dari penyediaan stok, pengelolaan logistik, hingga pendistribusian ke penerima, semua memanfaatkan jaringan BULOG yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Program Bantuan Pangan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Hari ini kami bersama Kepala Bapanas hadir langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Surabaya," kata Rizal.

Skema penyalurannya cukup sederhana: setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Artinya, dalam sekali penyerahan, masing-masing keluarga membawa pulang 30 kilogram beras sekaligus.

Angka Besar di Balik Program Bantuan Pangan Nasional

Di Kelurahan Lidah Kulon saja, total beras yang disalurkan mencapai 14.850 kilogram untuk 495 penerima. Namun angka itu hanya sebagian kecil dari skala nasional yang jauh lebih besar.

Pemerintah mengalokasikan bantuan beras untuk sekitar 33,24 juta penerima di seluruh Indonesia dengan total volume mencapai 997,2 ribu ton. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan penerima terbanyak, yakni 5.690.353 keluarga.

Sinergi Pemerintah dan BUMN Pangan

Program ini menunjukkan bagaimana pemerintah dan BUMN pangan bekerja dalam satu rantai distribusi yang terintegrasi. Kementan dan Bapanas menyusun kebijakan serta menentukan target penerima, sementara BULOG menangani aspek logistik dan penyaluran di lapangan.

"Dengan stok beras nasional yang sangat memadai, BULOG siap mendukung penuh arahan Bapak Presiden agar bantuan pangan dapat segera disalurkan secara tepat sasaran dan tepat waktu kepada masyarakat di seluruh Indonesia," tegas Rizal.

Kehadiran langsung pejabat di lapangan juga menjadi mekanisme kontrol. Pemerintah ingin memastikan tidak ada penyimpangan dalam penyaluran, sekaligus mendengar langsung keluhan warga jika ada kendala teknis di lapangan.

Bagi warga penerima, bantuan 30 kilogram beras ini menjadi penopang kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga pangan. Dengan stok yang melimpah dan jaringan distribusi yang luas, pemerintah optimistis program berjalan sesuai jadwal hingga September 2026.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks