Pencarian

Sekolah Rakyat Banjarbaru Datangkan Taruna Akpol untuk Pulihkan Kedisiplinan 125 Siswa Usai Libur Panjang

Selasa, 04 Agustus 2026 • 08:46:01 WIB
Sekolah Rakyat Banjarbaru Datangkan Taruna Akpol untuk Pulihkan Kedisiplinan 125 Siswa Usai Libur Panjang
siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru mengikuti pembinaan kedisiplinan oleh Taruna Akpol pada 3–7 Agustus 2026.

BANJARBARU — Seratus dua puluh lima siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjalani pembinaan khusus oleh Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) pada 3–7 Agustus 2026. Program ini dirancang untuk mengembalikan ritme kehidupan berasrama siswa setelah mereka menikmati libur panjang selama satu bulan di lingkungan keluarga.

Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, mengungkapkan bahwa para siswa sebenarnya telah dipanggil lebih awal ke sekolah pada 29 Juli 2026. Langkah ini diambil dua hari sebelum jadwal resmi MPLS dimulai, memberikan waktu bagi peserta didik untuk beradaptasi kembali dengan lingkungan asrama secara bertahap.

Fokus Pemulihan Fisik dan Mental Siswa

Pembinaan dari Taruna Akpol difokuskan pada latihan baris-berbaris, penanaman kedisiplinan, ketertiban, serta kebersihan lingkungan. Materi tersebut menjadi bekal utama agar siswa kembali terbiasa dengan tata tertib kehidupan asrama yang sempat terputus selama libur.

"Kami mendatangkan siswa lebih awal pada 29 Juli 2026 atau dua hari sebelum jadwal resmi MPLS di sekolah rintisan, tujuannya agar peserta didik memiliki waktu memulihkan ritme kehidupan berasrama," ujar Rifki di Banjarbaru, Senin.

Tahap awal ini disebut sebagai kesemaptaan, yakni penyegaran fisik dan mental untuk membangun kembali kebiasaan disiplin. Para Taruna Akpol berperan sebagai pembina langsung dalam kegiatan tersebut.

Materi Penguatan Karakter dari BNN dan Lembaga Perlindungan Anak

Selama pekan MPLS, sekolah tidak hanya mengandalkan pembinaan dari Taruna Akpol. Sejumlah instansi lain turut dihadirkan untuk memberikan materi pendukung, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) dan lembaga perlindungan anak.

Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat wawasan serta karakter peserta didik sejak dini. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan pada penyesuaian pola hidup berasrama sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai secara penuh pada awal semester.

Adaptasi Asrama Jadi Fondasi Keberhasilan Belajar

Rifki menilai proses adaptasi ini merupakan fondasi penting bagi para siswa. Keberhasilan mereka kembali beradaptasi dengan kehidupan berasrama akan sangat mempengaruhi kesiapan dalam mengikuti pembelajaran sekaligus pembinaan karakter selama satu tahun ajaran ke depan.

"Kami berharap pendampingan Taruna Akpol mampu memperkuat disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian siswa sehingga seluruh peserta didik siap menjalani pendidikan berasrama serta mengikuti proses pembelajaran secara optimal sejak awal tahun ajaran baru," kata Rifki.

Kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari penugasan kementerian yang dilaksanakan serentak di seluruh sekolah rintisan. Hal ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membentuk generasi muda yang disiplin dan berkarakter kuat melalui pendidikan berasrama.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks