KALIMANTAN SELATAN — Alhadid Endar Putra, kuasa hukum eks ketua yayasan sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan, buka suara terkait temuan ratusan senjata di lingkungan sekolah. Ia menyebut kasus ini tidak bisa dilepaskan dari konflik internal pengurus yayasan yang sedang berjalan.
Kronologi Sengketa dan Kaitannya dengan Temuan Senjata
Menurut Alhadid, sengketa kepengurusan yayasan telah berlangsung lama dan memanas dalam beberapa bulan terakhir. Ia menduga penemuan senjata yang kemudian dilaporkan ke aparat merupakan bagian dari dinamika perseteruan tersebut, bukan murni tindak pidana kepemilikan senjata ilegal oleh pihak sekolah.
"Ini ada sengketa yayasan di balik temuan senjata itu," ujar Alhadid dalam keterangannya, kemarin. Ia menegaskan bahwa kliennya siap memberikan keterangan lengkap kepada penyidik untuk meluruskan duduk perkara.
Posisi Hukum Eks Ketua Yayasan dan Langkah Lanjutan
Alhadid menyatakan kliennya berstatus sebagai mantan ketua yayasan, namun hingga kini masih memiliki kepentingan sah atas aset dan pengelolaan sekolah. Pihaknya khawatir isu senjata ini justru dimanfaatkan untuk menjatuhkan kliennya di tengah sengketa perdata yang sedang berjalan.
Ia memastikan eks ketua yayasan siap memenuhi panggilan pemeriksaan. "Kami patuh pada proses hukum dan siap mengawal kasus ini sampai tuntas agar tidak ada kriminalisasi," kata Alhadid.
Fakta Temuan Senjata yang Masih Jadi Perhatian Publik
Sebelumnya, aparat kepolisian mengamankan ratusan pucuk senjata dari lokasi sekolah di Jakarta Selatan. Temuan itu sontak memicu kekhawatiran publik, terutama orang tua murid, karena benda berbahaya tersebut disimpan di area yang seharusnya menjadi zona aman bagi anak-anak.
Penyidik masih mendalami asal-usul kepemilikan senjata dan motif penyimpanannya. Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dan masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengurus yayasan aktif dan pihak sekolah.
Alhadid berharap penyidik tidak hanya fokus pada barang bukti, tetapi juga menelusuri motif di balik penempatan senjata tersebut. "Kami yakin ada fakta tersembunyi yang harus diungkap, dan itu berkaitan erat dengan konflik internal yayasan," tandasnya.