Pencarian

Dinkes Kalsel Catat 36.196 Kasus ISPA Akibat Karhutla, Kelompok Rentan Ini Jadi Prioritas Penanganan

Minggu, 23 Agustus 2026 • 09:30:31 WIB
Dinkes Kalsel Catat 36.196 Kasus ISPA Akibat Karhutla, Kelompok Rentan Ini Jadi Prioritas Penanganan
Petugas kesehatan memeriksa kondisi warga rentan terdampak kabut asap karhutla di Kalimantan Selatan.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat selama lima minggu berturut-turut dengan total 36.196 kasus akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Dinkes Kalsel dr Diauddin mengidentifikasi bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas sebagai kelompok paling berisiko terdampak.

BANJARBARU — Lonjakan kasus ISPA di Kalimantan Selatan memaksa Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel mengerahkan tim medis hingga ke tingkat desa. Data terbaru menunjukkan beban kasus tertinggi terkonsentrasi di Kota Banjarmasin dengan 1.603 kasus, menyusul Kota Banjarbaru 1.142 kasus, dan Kabupaten Banjar 1.136 kasus.

Kabupaten Tanah Laut mencatat 751 kasus, sementara Kabupaten Kotabaru berada di angka 538 kasus. Angka ini menjadi dasar bagi Dinkes untuk memprioritaskan intervensi kesehatan di wilayah-wilayah dengan paparan asap tertinggi.

Lima Kelompok Rentan yang Dipantau Khusus

Dinkes Kalsel memetakan lima kategori warga yang membutuhkan perhatian ekstra selama musim karhutla berlangsung. "Kelompok rentan ini meliputi bayi dan balita, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia dan penyandang disabilitas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalsel dr Diauddin di Banjarbaru, Sabtu.

Pemantauan tidak hanya dilakukan di puskesmas. Petugas kesehatan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, dan kader kesehatan melakukan kunjungan langsung dari rumah ke rumah untuk memantau kondisi warga yang masuk kategori rentan.

Penyakit yang Mengintai di Balik Kabut Asap

Selain ISPA, Dinkes mewaspadai potensi peningkatan pneumonia, asma, dan iritasi mata. Surveilans penyakit dilakukan secara aktif oleh petugas di lapangan untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan akibat penurunan kualitas udara.

Diauddin menegaskan penurunan kualitas udara serta peningkatan gangguan kesehatan saat ini perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif secara terpadu untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Logistik Kesehatan dan Ruang Udara Bersih Disiapkan

Dinkes memastikan ketersediaan masker medis dan respirator N95 di fasilitas kesehatan. Stok obat-obatan untuk ISPA, asma, dan gangguan kesehatan terkait paparan asap juga dijamin, termasuk oksigen medis serta nebulizer.

Bagi warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan, tim kesehatan lapangan diterjunkan. "Beberapa kali tim kesehatan lapangan kami telah memberikan layanan kesehatan kepada penduduk terdampak karhutla di Posko Pengayuan Banjarbaru," tambah Diauddin.

Dinkes bersama jajaran juga menyiapkan ruang udara bersih atau ruang bebas asap dengan memanfaatkan ruangan tertutup. Jika tersedia, ruangan dilengkapi pendingin udara dan alat penyaring udara, terutama bagi pasien dan kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan ekstra.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks