MARABAHAN — Kemenangan ini diumumkan dalam malam penutupan MTQN ke-37 yang digelar di Lapangan 5 Desember, Marabahan, Batola, Kamis (25/6/2026) malam. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, yang hadir langsung di lokasi, menyambut hasil tersebut dengan rasa syukur.
"Kita berharap hasil sebagai juara umum ini bukan semata-mata dinilai karena juaranya, tapi bagaimana kita bisa mengamalkan, memahami dan terus mempelajari Al Qur'an," ujar Yamin saat ditemui usai penutupan.
Hasil Lengkap 13 Kabupaten/Kota
Perolehan poin Banjarmasin yang mencapai 553 poin menempatkannya di puncak klasemen. Kabupaten Banjar yang tahun lalu menjadi juara umum, kini harus puas di peringkat kedua. Batola sebagai tuan rumah menempati peringkat ketiga.
Peringkat selanjutnya diisi oleh Kotabaru di posisi keempat, disusul Balangan, Banjarbaru, Hulu Sungai Utara, Tanah Laut, Tabalong, Hulu Sungai Selatan, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, dan Tapin.
Dominasi di Cabang Tilawah dan Hifzil Qur'an
Banjarmasin mendominasi sejumlah cabang utama, termasuk Tilawah Al Qur'an golongan dewasa. Rahmadi menjadi qari terbaik dengan nilai 97,09, sementara Nida Khairiah meraih nilai tertinggi untuk qariah dengan 97,83. Di golongan remaja, Achmad Fadillah dan Gusti Aisya Noor Khalisa juga menyumbang poin penting bagi Banjarmasin.
Di cabang Hifzil Qur'an, Banjarmasin kembali unggul. Muhammad Faqih Mu'min menjadi hafiz terbaik golongan 5 juz dengan nilai 97,33. Sementara di golongan 10 juz, Muhammad Kholil mencatat nilai nyaris sempurna, 99,33. Untuk hafizah, Haura Noor Shafiyya menjadi yang terbaik di golongan 1 juz dengan nilai 97,92.
Batola Juara di Qira'at Mujawwad Dewasa
Meski gagal menjadi juara umum, Batola tetap menorehkan prestasi. Ahmad Syauqi dari tuan rumah menjadi qari terbaik di golongan Qira'at Mujawwad Dewasa dengan nilai 97. Sementara itu, di golongan Qira'at Murattal Dewasa, Zainudin Juhri dari Banjar menjadi yang terbaik dengan nilai 96,67.
Pembinaan Kafilah Bakal Lebih Intensif
Wali Kota Yamin menegaskan bahwa kemenangan ini akan menjadi momentum untuk meningkatkan pembinaan terhadap para kafilah. "Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya akan lebih insentif melakukan pembinaan terhadap para kafilah," ujarnya.
Ia berharap hasil ini mampu memotivasi masyarakat Banjarmasin untuk lebih religius dan terus mempelajari Al Qur'an. "Bukan semata-mata dinilai karena juaranya, tapi bagaimana kita bisa mengamalkan," kata Yamin menekankan.