KALIMANTAN SELATAN — Terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sirkuit ini bukan sekadar venue balap. Dengan homologasi kelas A dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), sirkuit ini memegang lisensi keselamatan dan kelayakan tertinggi. Artinya, lintasan ini sudah setara dengan sirkuit-sirkuit MotoGP lainnya di dunia.
Panjang lintasan 4,31 km dengan 17 tikungan dirancang untuk menguji kemampuan teknis dan fisik pembalap. Sejak diresmikan, sirkuit ini langsung menjadi magnet bagi ajang balap global.
Dari Sirkuit ke Garasi: Menempa Talenta Muda
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan bukan semata-mata untuk branding. "Keterlibatan Pertamina melalui Pertamina Mandalika International Circuit merupakan salah satu partisipasi Pertamina untuk mengembangkan pembalap-pembalap muda di Indonesia," ujarnya.
Baron menambahkan, sirkuit ini tidak hanya akan ramai saat MotoGP bergulir. Pertamina berharap sirkuit ini menjadi pusat latihan dan ajang adu cepat bagi pembalap muda tanah air, khususnya mereka yang saat ini berlaga di Pertamina Mandalika Racing Series Round 2. "Diharapkan menjadi sarana untuk mengasah pengalaman pembalap muda Indonesia menuju anak tangga prestasi di tingkat internasional," katanya.
Racing Series: Anak Tangga Menuju MotoGP
Pertamina Mandalika Racing Series menjadi salah satu program konkret yang memanfaatkan sirkuit ini. Ajang ini dirancang sebagai kompetisi berjenjang, tempat pembalap muda bisa mengukur kemampuan dan mengumpulkan jam terbang di lintasan berstandar dunia.
Dengan adanya sirkuit dan seri balap rutin ini, ekosistem balap motor Indonesia mendapat suntikan fasilitas dan kompetisi yang lebih serius. Bukan tidak mungkin, dari sirkuit di tepi pantai Lombok ini, akan lahir generasi baru pembalap Indonesia yang mampu bersaing di MotoGP.