PELAIHARI — Operasi pasar murah ini menyasar tiga komoditas utama: beras lokal, gula pasir, dan minyak goreng. Subsidi harga diberikan langsung kepada pedagang di sejumlah toko yang telah ditunjuk sebagai mitra penyalur.
Tiga Komoditas Disubsidi, Enam Toko Jadi Titik Penyalur
Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopdag) Tanah Laut, Edi Hariyadi, SP, menjelaskan bahwa subsidi ini merupakan bentuk intervensi harga di tingkat pasar tradisional. Tujuannya agar harga jual ke konsumen tidak melonjak.
“Pemerintah kabupaten Tanah Laut bekerja sama dengan Bank Kalsel Cabang Tanah Laut dalam rangka pengendalian inflasi daerah, memberikan subsidi kepada pedagang sembako di Pasar Pelaihari. Barang yang disubsidi adalah beras lokal, minyak goreng dan gula,” ujar Edi, Jumat (26/6/2026).
Untuk komoditas beras, warga bisa membeli di Toko Beras 2 Y, Toko Beras Gunawan, dan Toko Beras Acil Lina. Tiga toko lainnya menjadi mitra untuk penyaluran minyak goreng dan gula pasir.
Jadwal Pelaksanaan dan Target Warga
Program intervensi harga ini sudah berjalan sejak Rabu pekan lalu. Pelaksanaan dilanjutkan pada Senin hingga Rabu pekan depan.
Edi menambahkan, mekanisme subsidi ini berbeda dengan operasi pasar biasa. Pemerintah tidak menjual barang langsung, melainkan menurunkan harga pokok penjualan di tingkat pedagang. Dengan begitu, margin keuntungan pedagang tetap terjaga sementara konsumen mendapat harga lebih murah.
Pemkab Tanah Laut berharap program ini mampu menahan laju kenaikan harga pangan menjelang periode tertentu. Bank Kalsel sebagai mitra strategis turut mendukung pendanaan subsidi agar dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di Pasar Pelaihari.