BARABAI — Aspirasi warga soal infrastruktur dan sektor pertanian mendominasi reses Komisi I DPRD Hulu Sungai Tengah (HST) yang berlangsung di beberapa desa. Warga mengeluhkan akses jalan penghubung antar desa yang rusak parah, terutama saat musim hujan. Selain itu, saluran irigasi untuk lahan pertanian dinilai tidak berfungsi optimal, mengganggu produktivitas petani setempat.
Apa yang Dikeluhkan Warga?
Dalam reses tersebut, warga menyampaikan dua sektor utama yang paling mendesak. Pertama, kondisi jalan desa yang berlubang dan sebagian aspalnya terkelupas, menyulitkan distribusi hasil pertanian. Kedua, saluran irigasi tersier yang tersumbat dan rusak, membuat sawah kesulitan air di musim kemarau.
"Kami berharap ada perbaikan jalan dan irigasi agar hasil panen bisa maksimal," ujar seorang perwakilan warga dalam forum reses tersebut.
Janji Komisi I DPRD HST
Menanggapi keluhan itu, Komisi I DPRD HST berjanji akan membahasnya dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pertanian setempat. Ketua Komisi I menyebut aspirasi warga akan dijadikan prioritas dalam pembahasan perubahan anggaran atau usulan Musrenbang tahun depan.
"Kami catat semua keluhan. Ini akan kami perjuangkan ke eksekutif agar ada tindak lanjut konkret," kata anggota Komisi I dalam reses tersebut.
Kapan Perbaikan Mulai Dikerjakan?
Belum ada kepastian jadwal perbaikan. Komisi I DPRD HST masih menunggu hasil rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Namun, warga berharap perbaikan infrastruktur bisa mulai dikerjakan sebelum musim tanam berikutnya agar produktivitas pertanian tidak terus terganggu.
Pemerintah Kabupaten HST sendiri sebelumnya telah mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan jalan dan irigasi. Namun, skala prioritas seringkali membuat desa-desa terpencil belum tersentuh perbaikan.
Apa Langkah Selanjutnya bagi Warga?
DPRD HST mengimbau warga untuk terus aktif menyampaikan aspirasi melalui forum resmi seperti musrenbang desa. Dengan begitu, usulan perbaikan infrastruktur bisa masuk dalam perencanaan pembangunan daerah secara lebih sistematis dan tepat sasaran.