KALIMANTAN SELATAN — Selama lebih dari sepuluh tahun, Google konsisten memberi kode nama makanan penutup untuk setiap rilis besar Android. Mulai dari Android 1.5 Cupcake yang dirilis pada 2009, hingga Android 9.0 Pie yang meluncur pada 2018. Tradisi ini menjadi ciri khas yang dinanti komunitas teknologi global.
Alasan Google Menghentikan Nama Dessert
Perubahan terjadi saat Google merilis Android 10 pada September 2019. Mulai versi itu, Google hanya menggunakan nomor versi tanpa nama makanan penutup. Alasan resmi yang dikemukakan adalah untuk memudahkan pengguna global memahami versi terbaru, terutama di pasar non-Barat yang mungkin tidak familier dengan nama-nama seperti Eclair atau Marshmallow.
Selain itu, nama kode internal seperti "Quince Tart" untuk Android 10 tetap digunakan oleh tim engineer, namun tidak lagi dipublikasikan secara resmi ke konsumen. Artinya, tradisi tersebut masih hidup di kalangan pengembang, meski tidak lagi menjadi identitas pemasaran.
Daftar Lengkap Nama Dessert Android
Berikut adalah seluruh versi Android yang pernah menggunakan nama makanan penutup secara resmi:
- Android 1.5 Cupcake
- Android 1.6 Donut
- Android 2.0–2.1 Eclair
- Android 2.2 Froyo
- Android 2.3 Gingerbread
- Android 3.0 Honeycomb
- Android 4.0 Ice Cream Sandwich
- Android 4.1–4.3 Jelly Bean
- Android 4.4 KitKat
- Android 5.0–5.1 Lollipop
- Android 6.0 Marshmallow
- Android 7.0–7.1 Nougat
- Android 8.0–8.1 Oreo
- Android 9.0 Pie
Dampak ke Pengguna Indonesia
Bagi pengguna di Indonesia, perubahan ini tidak berdampak langsung pada pengalaman menggunakan ponsel. Fitur dan pembaruan keamanan tetap berjalan seperti biasa. Namun, secara kultural, nama-nama dessert seperti KitKat atau Oreo lebih mudah diingat dan sering dijadikan bahan diskusi di forum komunitas.
Beberapa produsen ponsel seperti Samsung, Xiaomi, dan Oppo tetap menyebut versi Android dalam nomor, misalnya "Android 14" atau "Android 15", tanpa embel-embel nama makanan. Hal ini memudahkan pengguna awam yang baru pertama kali membeli ponsel pintar untuk memahami spesifikasi perangkat lunak.
Masa Depan Tradisi Nama Kode
Meskipun secara publik sudah tidak digunakan, Google tetap mempertahankan nama kode internal untuk setiap rilis. Android 10 dikenal sebagai "Quince Tart", Android 11 sebagai "Red Velvet Cake", Android 12 sebagai "Snow Cone", dan seterusnya mengikuti urutan alfabet. Nama-nama ini hanya muncul di kode sumber dan dokumentasi teknis.
Bagi penggemar teknologi, tradisi ini mungkin terasa nostalgia. Namun, langkah Google menunjukkan bahwa konsistensi merek dan kemudahan komunikasi global lebih diutamakan daripada sekadar tradisi.