KALIMANTAN SELATAN — Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan langsung kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani agar data-data positif terkait perkembangan investasi di Indonesia disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan terbatas di kediaman Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta, Ahad malam pekan lalu.
Pertemuan Malam di Kertanegara dan Daftar Menteri yang Hadir
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah anggota Kabinet Merah Putih. Mereka adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam pertemuan itu, Rosan melaporkan hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat serta sejumlah negara di Eropa dan Asia. Laporan tersebut menjadi dasar bagi Presiden untuk mengambil langkah transparansi data.
Isi Laporan: Minat Investor Global Meningkat di Sektor Strategis
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa laporan yang diterima Presiden memuat fakta dan data valid mengenai meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia. Kepercayaan itu, kata dia, tercermin dari tingginya minat investor global dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional.
“Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya suatu kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (15/6).
Perintah Presiden: Data Positif Dibuka ke Publik Siang Ini
Menindaklanjuti laporan itu, Presiden menekankan pentingnya penyampaian informasi yang transparan kepada masyarakat. Kepala Negara menilai publik perlu memperoleh gambaran utuh dan berbasis fakta mengenai kondisi investasi nasional serta prospek ekonomi Indonesia ke depan.
“Presiden Prabowo juga memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani agar data positif tersebut disampaikan kepada publik secara terbuka pada besok siang, Senin, 15 Juni 2026, di Istana Merdeka, sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan informasi yang utuh dan berbasis fakta kepada masyarakat,” ujar Seskab Teddy.
Komitmen Tata Kelola Terbuka di Tengah Dinamika Global
Langkah ini menegaskan komitmen Presiden dalam membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka, transparan, dan akuntabel. Pemerintah berharap publikasi data ini dapat memperkuat optimisme masyarakat terhadap prospek investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Belum ada rincian lebih lanjut mengenai data spesifik yang akan dipaparkan oleh Rosan. Publikasi dijadwalkan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada siang hari ini.