BANJARMASIN — Program pendidikan inklusif di Kalimantan Selatan kini tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan. Pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memperluas jangkauan layanan hingga ke desa-desa terpencil di 13 kabupaten dan kota. Targetnya, setiap anak berkebutuhan khusus (ABK) di daerah pelosok mendapat hak belajar yang sama seperti di sekolah reguler.
Berapa Banyak Sekolah yang Sudah Siap?
Disdikbud Kalsel mencatat, hingga saat ini sudah ada puluhan sekolah inklusif yang tersebar di berbagai kecamatan. Sekolah-sekolah ini dilengkapi dengan guru pendamping khusus (GPK) yang telah mengikuti pelatihan. Pihak dinas menargetkan penambahan jumlah sekolah inklusif setiap tahun, terutama di daerah yang sebelumnya tidak memiliki akses sama sekali.
Apa Saja Bentuk Layanan yang Diberikan?
Layanan yang diberikan tidak hanya sebatas penerimaan siswa ABK di kelas reguler. Disdikbud juga menyediakan alat bantu belajar, kurikulum yang disesuaikan, serta asesmen awal untuk mengetahui kebutuhan spesifik setiap anak. Program ini juga melibatkan orang tua dan komunitas agar proses belajar berjalan maksimal di rumah maupun sekolah.
Mengani Program Ini Baru Digencarkan Sekarang?
Selama ini, pendidikan inklusif di Kalsel terkendala oleh distribusi tenaga pengajar dan minimnya infrastruktur di pedalaman. Dengan adanya kebijakan baru, Pemprov mengalokasikan anggaran khusus untuk pelatihan GPK dan pengadaan alat bantu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerataan kualitas sumber daya manusia di provinsi tersebut.
Apa Dampak Langsung bagi Warga di Pelosok?
Bagi warga di desa terpencil, kebijakan ini menghilangkan jarak tempuh yang selama ini menjadi hambatan. Anak-anak ABK tidak perlu lagi bersekolah jauh ke kota untuk mendapatkan layanan khusus. Orang tua juga bisa lebih mudah memantau perkembangan anak karena sekolah inklusif hadir lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Bagaimana Cara Warga Mendaftarkan Anak?
Pendaftaran dilakukan melalui sekolah reguler terdekat yang sudah ditunjuk sebagai sekolah inklusif. Pihak sekolah akan melakukan asesmen awal dan menghubungi Disdikbud untuk penempatan GPK. Informasi lebih lanjut bisa didapatkan di kantor dinas pendidikan masing-masing kabupaten/kota.
Apakah Semua Sekolah di Kalsel Akan Menjadi Sekolah Inklusif?
Tidak semua sekolah, tetapi setiap kecamatan ditargetkan memiliki minimal satu sekolah inklusif. Pemprov fokus pada sekolah negeri yang memiliki kapasitas ruang dan tenaga pengajar yang memadai. Proses transformasi ini dilakukan secara bertahap hingga tahun ajaran mendatang.