KALIMANTAN SELATAN — Liburan akhir pekan tak selalu harus jauh dan mahal. Kawasan dataran tinggi di selatan Pemalang menyimpan deretan destinasi alam berudara dingin, dari kebun teh sampai air terjun tersembunyi. Berikut lima tempat yang bisa jadi pilihan untuk melepas penat bersama keluarga.
Kabupaten Pemalang punya sisi lain yang jarang dilirik wisatawan: lereng Gunung Slamet di sisi selatan. Di kawasan Kecamatan Moga, Pulosari, dan Belik, suhu udara turun cukup tajam dan pemandangan hijau masih mendominasi. Sebagian besar titik wisata di sini bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi lewat jalur Randudongkal.
1. Kampoeng Teh Semugih
Terletak di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, kawasan agrowisata ini dikelola PTPN dan membentang seluas puluhan hektar di lereng Gunung Slamet. Pengunjung bisa mencoba tea walk melintasi bukit teh, belajar memetik dan mengolah daun teh, hingga ikut wahana outbound. Fasilitasnya cukup lengkap: pesanggrahan, mushola, toilet, warung makan, dan pemandu lokal. Datanglah pagi sekitar pukul 06.30–09.00 WIB kalau ingin melihat kabut tipis dan aktivitas para pemetik teh.
2. Bukit Tangkeban
Berada di Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, Bukit Tangkeban berdiri di ketinggian sekitar 1.250 mdpl. Dari sini, lanskap perkotaan dan puncak gunung terlihat panoramik. Ada Tangkeban Park dengan spot foto, wahana permainan anak, kolam renang di atas bukit, serta area kemping. Sore hari jadi waktu paling pas untuk menikmati sunset, lalu dilanjutkan melihat lampu kota dari ketinggian saat malam.
3. Curug Bengkawah
Air terjun di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, ini punya formasi kembar yang unik dengan debit air stabil sepanjang tahun. Tebing bebatuan purba dan pepohonan rindang mengelilinginya, menciptakan suasana alam liar yang masih terjaga. Fasilitasnya berupa gazebo, warung konsumsi lokal, toilet, dan jalur trekking bertangga. Bebatuan di sekitar kolam licin akibat terpaan embun air, jadi pakai alas kaki anti-slip.
4. Curug Sidok
Masih di Kecamatan Moga, tepatnya Desa Mandiraja, Curug Sidok punya ketinggian sekitar 8–10 meter dengan tebing melengkung menyerupai amfiteater alami. Kolamnya dangkal di bagian tepi, cocok untuk bermain air santai bersama anak. Tebing batu menahan terik matahari sehingga area ini terasa teduh, dan air pegunungannya sangat dingin. Hindari melompat langsung ke tengah kolam dan pantau cuaca hulu sungai saat musim hujan.
5. Curug Sibedil
Nama Sibedil diambil dari batu alami di Desa Sima, Kecamatan Moga, yang bentuknya menyerupai meriam. Air terjun ini punya banyak kucuran air kecil melintasi tebing menghijau, membentuk lanskap multitier yang fotogenik. Kolam alaminya tenang, dan suasana perdesaan di sekitarnya masih asri. Ada spot swafoto, penyewaan ban, toilet, dan area duduk keluarga. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi saat cuaca cerah untuk mendapat pencahayaan alami maksimal.
Jalur menuju kawasan ini sudah beraspal mulus, meski karakter tanjakan meliuk menuntut kendaraan dalam kondisi prima. Tiket masuknya pun terjangkau, berkisar Rp5.000 ke atas. Musim kemarau atau masa transisi April–Oktober jadi waktu paling aman untuk menjelajahi semuanya.