KALIMANTAN SELATAN — Kevin Pavlidis, penangkap ular asal Florida Selatan, menangkap sanca kembang sepanjang 5,6 meter di Puerto Riko, rekor terbesar yang pernah diukur di pulau itu. Ular tersebut ditemukan saat hendak memangsa kucing peliharaan warga. Penangkapan ini jadi bagian upaya konservasi untuk menekan populasi spesies invasif yang mengancam ekosistem lokal.
Kevin Pavlidis, yang dikenal sebagai "Snakeaholic" di media sosial, merilis video yang memperlihatkan sanca kembang (Reticulated Python) sepanjang sekitar 5,6 meter hasil tangkapannya di Puerto Riko. Ular itu menjadi yang terbesar yang pernah ditangkap dan diukur di pulau tersebut.
Dalam keterangan di Instagram, Pavlidis menyebut ular itu terlihat saat berusaha memakan seekor kucing peliharaan. Setelah menerima laporan warga, timnya langsung melakukan pencarian dan menemukan ular tersebut dalam waktu 20 menit.
Kronologi Penangkapan di Dalam Hutan
Pavlidis mengaku butuh seluruh keahlian melacaknya untuk menemukan ular itu di dalam hutan. Ular tersebut sempat diusir turun gunung dan menjauh dari kucing yang dililitnya sebelum akhirnya ditangkap.
"Butuh seluruh keahlian melacak saya dan 20 menit pencarian untuk menemukan ular ini di dalam hutan," tulis Snakeaholic tentang usahanya melacak ular tersebut setelah hewan itu diusir turun gunung dan menjauh dari kucing yang dililitnya.
Penangkap ular asal Florida Selatan itu sudah menangkap sejumlah ular raksasa selama bertahun-tahun. Namun menurutnya, tidak ada yang sebanding dengan ukuran sanca yang satu ini.
Ancaman Nyata bagi Ekosistem Puerto Riko
Di Threads, Kevin menambahkan konteks mengenai tangkapan yang memecahkan rekor tersebut. Ia menegaskan bahwa betapapun menakjubkannya ular-ular ini, keberadaannya menjadi ancaman besar bagi ekosistem Puerto Riko yang rentan.
"Betapapun menakjubkannya ular-ular ini, mereka merupakan ancaman luar biasa besar bagi ekosistem Puerto Riko yang rentan. Ini bukan salah ularnya, ini hanyalah kesalahan manusia yang memasukkan hewan non-endemik ini," tulisnya, dikutip detikINET dari Fox News.
"Menyingkirkan predator puncak invasif ini adalah satu langkah maju untuk memulihkan keseimbangan ekosistem yang rentan di Puerto Riko dan saya bangga jadi bagian dari upaya konservasi yang luar biasa ini!," imbuhnya.
Populasi Meledak Jika Tak Ditangani
Sanca kembang di Puerto Riko berkembang pesat dan mengancam spesies lokal, serupa dengan kasus piton Burma di Florida. Cara terbaik menangani spesies invasif ini, setidaknya di Florida, adalah penangkapan manusiawi dan pemusnahan untuk mencegah perkembangbiakan.
Seekor sanca kembang raksasa dapat bertelur 20 hingga 100 butir sekaligus. Betina yang lebih besar biasanya bertelur 40-80 butir dalam satu sarang, sehingga populasi bisa tumbuh eksponensial jika tidak segera ditangani.
Perbandingan dengan Sanca Terpanjang Dunia
Sebagai perbandingan, sanca kembang terpanjang yang pernah diukur adalah 7,22 meter. Ular itu adalah sanca betina yang ditangkap di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia pada awal tahun ini dan dinamai Ibu Baron.
Pernah ada klaim tentang sanca kembang sepanjang 10 meter pada tahun 1912, tetapi klaim tersebut tidak pernah diverifikasi. Sanca 5,6 meter dari Puerto Riko ini tetap tercatat sebagai yang terbesar yang pernah ditangkap di pulau tersebut.