BANJARBARU — Pemerintah Kota Banjarbaru kembali menggelar Parade Senja di Lapangan Dr. Murdjani sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda. Rangkaian pertunjukan berlangsung sejak sore dan menarik perhatian warga yang memadati area lapangan.
Sanggar Skenda Banjarbaru membuka acara lewat lakon teater berjudul "Diam Bukan Berarti Kosong" yang disadur dari karya Mimpi Itu Tidak Gratis. Pertunjukan itu menyelipkan pesan moral soal keberanian mengejar cita-cita, keharmonisan keluarga, dan ajakan berpikiran positif.
Sanggar Idaman Banjarbaru Bawa Tari Medley Japin dan Kemilau Nusantara
Suasana lapangan memanas ketika Sanggar Idaman Banjarbaru tampil dengan Tari Medley Japin Persembahan dan Kemilau Nusantara. Gerakan energik para Galuh Banjar dalam balutan tari kreasi baru dipadukan dengan tarian yang melambangkan persatuan keragaman budaya Indonesia.
Panggung juga diisi unit binaan Forum Baris Indonesia (FORBASI) Kota Banjarbaru dari Paskibra SMAN 4 Banjarbaru. Mereka memamerkan ketangkasan dan presisi baris-berbaris sebagai penutup rangkaian aksi.
Paskibra SMAN 4 Banjarbaru Pakai Parade Senja sebagai Pemanasan Sebelum Kejurda
Penampilan tersebut sekaligus menjadi persiapan Paskibra SMAN 4 Banjarbaru sebelum mewakili Kontingen Kota Banjarbaru pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) November mendatang. Latihan di depan publik dinilai menjadi ajang mengukur kesiapan tim.
Atraksi variatif yang disuguhkan menuai pujian dari masyarakat yang menyaksikan langsung di area lapangan. Salah satunya Fajar, seorang penonton, yang mengapresiasi konsistensi Pemko Banjarbaru menghadirkan wadah kreativitas bagi pemuda.
"Tarian dan aksi Paskibra yang luar biasa seru. Semoga kegiatan positif seperti ini terus konsisten digelar," ujarnya.
Ditutup Apel Penurunan Bendera Merah Putih
Seluruh rangkaian kemeriahan panggung seni dan budaya ditutup secara khidmat melalui Apel Penurunan Bendera Sang Merah Putih. Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Keuangan Kota Banjarbaru, Muhammad Mirhansyah, bertindak selaku Inspektur Upacara.
Parade Senja sendiri digelar rutin setiap bulan sebagai panggung bagi sanggar, komunitas, dan pelajar di Banjarbaru. Format acara yang berganti-ganti penampil tiap bulan membuat warga punya alasan datang kembali ke Lapangan Dr. Murdjani.