Pencarian

Vela Alpha eVTOL Karya Anak Bangsa Resmi Meluncur, Kapasitas 7 Penumpang

Rabu, 26 Agustus 2026 • 14:51:31 WIB
Vela Alpha eVTOL Karya Anak Bangsa Resmi Meluncur, Kapasitas 7 Penumpang
Prototipe fisik Vela Alpha, pesawat eVTOL karya anak bangsa, diluncurkan di Cengkareng Heliport.

KALIMANTAN SELATAN — Peluncuran prototipe fisik Vela Alpha ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain pertama di kelas manufaktur Original Equipment Manufacturer (OEM) untuk sektor Advanced Air Mobility (AAM) di Asia Tenggara. Vela Aero tidak hanya memamerkan purwarupa, tetapi juga membawa strategi besar membangun ekosistem transportasi udara perkotaan yang terintegrasi.

"Kehadiran fisik prototipe skala penuh Vela Alpha di Cengkareng Heliport ini adalah bukti nyata dari kapabilitas rekayasa dan manufaktur domestik kita. Kami tidak sekadar membangun pesawat, melainkan mengorkestrasi ekosistem AAM terintegrasi untuk membawa Indonesia menjadi pusat inovasi aviasi dan pemegang IP teknologi kedirgantaraan terdepan di Asia Tenggara," demikian pernyataan resmi jajaran eksekutif PT Vela Prima Nusantara.

Konfigurasi 9 Motor Listrik dengan Redundansi Tinggi

Berbeda dari drone besar, Vela Alpha mengusung konfigurasi Lift-and-Cruise dengan sistem Distributed Electric Propulsion (DEP). Sebanyak 9 motor listrik independen dipasang untuk memungkinkan manuver vertikal, lalu bertransisi ke mode jelajah efisien menggunakan sayap tetap.

Keunggulan utama desain ini adalah redundansi. Jika salah satu motor mengalami kegagalan saat terbang, delapan motor lainnya tetap mampu menjaga pesawat dalam kondisi aman untuk melanjutkan penerbangan atau melakukan pendaratan darurat.

Dua Versi: Jarak Tempuh 150 km hingga 500 km

Vela Alpha dirancang untuk mengangkut satu pilot dan enam penumpang. Vela Aero menyiapkan dua varian powertrain yang berbeda sesuai kebutuhan rute:

  • Varian eVTOL murni: Mengandalkan baterai listrik penuh, dengan daya jelajah hingga 150 km untuk rute Urban Air Mobility (UAM) perkotaan.
  • Varian hVTOL hybrid: Dilengkapi turbogenerator yang siap memakai Sustainable Aviation Fuel (SAF), mampu terbang hingga 500 km untuk konektivitas antar kota.

Kecepatan jelajah dipatok hingga 250 km/jam. Dengan spesifikasi ini, pesawat ini menyasar kebutuhan konektivitas di tengah kemacetan perkotaan maupun tantangan geografis di lebih dari 17.000 pulau di Indonesia.

160 Unit Sudah Dipesan, 50 Armada untuk Whitesky Aviation

Minat pasar terhadap Vela Alpha sudah terlihat nyata. Hingga saat ini, Vela Aero mengantongi akumulasi 160 Letter of Intent (LOI) dari pemesan domestik dan internasional. Jumlah itu belum termasuk berbagai nota kesepahaman strategis yang tidak menspesifikasikan jumlah armada.

Salah satu kesepakatan komersial utama diteken bersamaan dengan gelaran HEXIA 2026. Vela Aero menandatangani MoU dengan Whitesky Aviation untuk pengadaan 50 unit armada. Operator aviasi tersebut berencana memakai Vela Alpha untuk rute airport feeder, taksi udara perkotaan, pariwisata premium, hingga logistik kawasan industri.

Jadwal Sertifikasi: DOA Akhir 2026, Type Certification 2028

Vela Aero menargetkan uji terbang perdana di hadapan publik, regulator, mitra, dan calon investor pada kuartal IV tahun 2026. Setelah itu, perusahaan berencana mengantongi lisensi Design Organization Approval (DOA) Class D dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan RI pada akhir tahun yang sama.

Lisensi DOA ini menjadi legalitas institusional bagi Vela Aero untuk merancang dan memanufaktur pesawat bersertifikat nasional. Periode 2027–2028 akan difokuskan pada proses transisi menuju fase sertifikasi penuh, konversi LOI menjadi kontrak pemesanan pasti, serta integrasi ekosistem vertiport, MRO, dan perusahaan leasing. Target akhirnya, Vela Alpha meraih Type Certification (TC) penuh pada akhir 2028 sebelum Entry Into Service (EIS) di awal 2029.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks