Pencarian

ASDP Batulicin Targetkan Pendapatan Rp 94 Miliar di 2026, Antisipasi Dampak Jembatan dan Penurunan Penumpang

Kamis, 20 Agustus 2026 • 22:05:32 WIB
ASDP Batulicin Targetkan Pendapatan Rp 94 Miliar di 2026, Antisipasi Dampak Jembatan dan Penurunan Penumpang
Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batulicin menargetkan pendapatan Rp 94 miliar pada 2026 di tengah ancaman penurunan penumpang dan rencana pembangunan jembatan Batulicin-Tanjung Serdang.

TANAH BUMBU — Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batulicin menggenjot sejumlah strategi bisnis baru untuk memastikan target pendapatan Rp 94 miliar pada periode 2026 tercapai. Langkah ini diambil di tengah tantangan besar yang membayangi industri penyeberangan di wilayah tersebut, terutama rampungnya pembangunan jembatan penghubung Batulicin-Tanjung Serdang.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batulicin, Ardian, mengatakan optimisme terhadap target tahun depan masih terbuka lebar. Beberapa momen besar seperti libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Batulicin Festival, hingga Haul Sekumpul diprediksi mampu mendongkrak jumlah penumpang hingga 50 persen dibandingkan hari biasa.

"Kami terus berusaha semaksimal mungkin target tahun ini akan terpenuhi, karena pada akhir tahun diperkirakan ada momen yang dapat mendongkrak pendapatan," kata Ardian di Tanah Bumbu, Kamis.

Volume Penumpang dan Armada yang Beroperasi

Ardian memaparkan, trafik penyeberangan di rute Pelabuhan Batulicin-Pelabuhan Tanjung Serdang, Kotabaru, dan sebaliknya hingga kini masih berjalan normal. Tidak ada lonjakan signifikan yang tercatat dalam beberapa pekan terakhir.

Rata-rata harian, kapal melayani sekitar 1.100 orang penumpang, 970 unit kendaraan roda dua, dan 440 unit kendaraan roda empat atau sejenisnya. Seluruhnya dilayani oleh lima kapal, yakni KMP Teluk, KMP Gutila, KMP Kerapu, KMP Kerapu 3, dan KMP Lemuru.

Ancaman Jembatan dan Penurunan Akibat Tutupnya Tambang

Di balik target yang dikejar, Ardian mengakui bisnis pelayaran di Batulicin tengah menghadapi tekanan ganda. Pertama, penurunan jumlah penumpang yang sudah mulai terasa sejak Mei 2026, menyusul penutupan salah satu perusahaan tambang batu bara di Pulau Laut, Kotabaru. Dampaknya, volume penumpang kapal pada rute tersebut turun sekitar lima sampai sepuluh persen dari kondisi normal.

Kedua, proyek strategis pemerintah yang membangun jembatan penghubung Batulicin-Tanjung Serdang dipastikan akan mengubah peta transportasi di kawasan ini. Jika jembatan itu rampung dan beroperasi, masyarakat yang selama ini bergantung pada kapal feri diprediksi akan beralih moda.

"Artinya, apabila pembangunan jembatan itu rampung dan dapat difungsikan, tidak menutup kemungkinan masyarakat yang sebelumnya mengandalkan kapal fery sebagai transportasi penyeberangan akan beralih menggunakan jalur jembatan," ungkapnya.

Rute Baru dan Wisata Susur Sungai Jadi Penyelamat

Untuk menjaga eksistensi usaha di Tanah Bumbu, manajemen ASDP menjajaki sejumlah lini bisnis baru. Salah satunya adalah membuka potensi pelayaran jarak jauh (long distance) dengan rute Pelabuhan Batulicin-Surabaya. Kajian juga tengah dilakukan untuk menghadirkan rute baru yang menghubungkan Stagen Pulau Laut Utara menuju Tarjun.

Selain itu, ASDP menyiapkan kapal dengan status perintis, seperti rute Pelabuhan Teluk Gosong-Pulau Sebuku yang dilayani KMP Bamega. Untuk ketersediaan pelabuhan, perusahaan akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat.

Diversifikasi usaha juga diarahkan ke sektor pariwisata. ASDP berencana mengubah kapal menjadi objek wisata air, meniru program susur sungai yang sukses di Kota Banjarmasin. Jika wacana ini matang, perusahaan tidak menutup kemungkinan menggandeng investor untuk mengembangkan wisata tersebut.

"Kalau wacana ini matang ASDP tidak menutup kemungkinan akan menggandeng investor untuk mengembangkan wisata ini, kami yang menyiapkan kapal dan tentunya ASDP akan melibatkan beberapa pemangku kepentingan dengan duduk bersama guna membahas langkah selanjutnya lebih jauh," terang Ardian.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks