Pencarian

Bupati HSU Sahrujani Turun Tangan Padamkan Karhutla di Desa Beringin, 9 Jam Petugas Berjibaku

Sabtu, 22 Agustus 2026 • 15:43:02 WIB
Bupati HSU Sahrujani Turun Tangan Padamkan Karhutla di Desa Beringin, 9 Jam Petugas Berjibaku
Bupati HSU Sahrujani memegang selang air untuk membantu memadamkan kebakaran lahan di Desa Beringin, Kecamatan Banjang.

Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Sahrujani turun langsung ke lapangan memegang selang air untuk membantu memadamkan kebakaran lahan di Desa Beringin, Kecamatan Banjang. Aksi tanggap darurat yang melibatkan BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, dan relawan ini berhasil melokalisasi titik api yang mulai membesar sejak Sabtu sore setelah berjibaku selama sembilan jam.

AMUNTAI — Kebakaran lahan yang melanda Desa Beringin, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, akhirnya berhasil dilokalisasi setelah petugas gabungan berjuang memadamkan api selama sembilan jam tanpa henti. Titik api yang mulai membesar sejak sore hari itu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSU yang langsung bergerak cepat melakukan aksi tanggap darurat.

Bupati HSU Sahrujani tidak hanya memantau dari kejauhan. Ia turun langsung ke lokasi kebakaran dan ikut memegang selang air untuk mempercepat proses pemadaman di lahan kering yang terbakar.

Komitmen Nyata Pimpinan Daerah di Tengah Personel Gabungan

"Aksi ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk hadir langsung mengatasi bencana kebakaran lahan," kata Sahrujani di sela-sela kegiatan pemadaman.

Kehadiran orang nomor satu di lingkungan Pemkab HSU tersebut memberikan suntikan semangat tersendiri bagi para petugas gabungan yang pantang menyerah menjinakkan si jago merah. Operasi pemadaman yang berlangsung hingga malam hari itu melibatkan unsur BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, serta Damkar dan relawan setempat.

Imbauan Tegas untuk Warga HSU: Putus Potensi Titik Api Baru

Di sela-sela aksi pemadaman, Pemerintah Kabupaten HSU juga mengingatkan warga untuk memutus potensi munculnya titik api baru. Masyarakat diimbau untuk tidak membakar lahan secara sembarangan guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Langkah ini dinilai penting mengingat kondisi lahan yang kering di musim kemarau sangat mudah terbakar dan api dapat dengan cepat menyebar ke area permukiman maupun perkebunan warga. Pemadaman yang dilakukan secara gotong royong oleh seluruh elemen ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam merespons bencana karhutla secara cepat dan terkoordinasi.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks