BANJARMASIN — Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR menegaskan bahwa layanan jemput bola ini bukan sekadar mempermudah administrasi, melainkan fondasi integrasi layanan pemerintah ke depan. Strategi ini melibatkan seluruh perangkat daerah hingga kader PKK dan Tim Pendamping Keluarga.
"IKD bukan sekadar versi digital dari KTP elektronik. Lebih dari itu, IKD merupakan pintu masuk menuju berbagai layanan pemerintah berbasis digital," ujar Yamin di Banjarmasin, Jumat.
Dua Surat Edaran Diterbitkan untuk Mobilisasi Semua Lini
Untuk memastikan target aktivasi berjalan, Pemkot Banjarmasin telah menerbitkan dua surat edaran. Instruksi ini menyasar seluruh camat, lurah, ketua RT/RW, kader Posyandu, kader Dasawisma, hingga agen perlindungan sosial.
Yamin menekankan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada seberapa cepat warga mengaktifkan IKD. Melalui verifikasi biometrik yang akurat, penyaluran bantuan sosial dinilai akan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Lokasi Aktivasi IKD: dari Kantor Kecamatan hingga Siring Menara Pandang
Selain layanan jemput bola, Pemkot Banjarmasin menyediakan titik pelayanan tetap setiap hari kerja. Warga bisa mendatangi kantor Disdukcapil, UPTD Disdukcapil di kecamatan, atau Mall Pelayanan Publik.
Khusus akhir pekan, petugas berjaga di Siring Menara Pandang setiap Sabtu dan Minggu. Langkah ini diambil untuk menjangkau warga yang tidak sempat mengurus administrasi pada jam kerja biasa.
Mengapa Aktivasi IKD Menjadi Prioritas Nasional?
Percepatan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menjadikan IKD sebagai basis data tunggal berbagai layanan. Pemkot Banjarmasin berharap partisipasi aktif warga bisa menekan kesenjangan digital dan mempercepat transformasi layanan publik di ibu kota provinsi Kalimantan Selatan tersebut.
"Mari segera aktifkan Identitas Kependudukan Digital kita. IKD bukan hanya memudahkan pengurusan administrasi kependudukan, tetapi juga menjadi fondasi berbagai layanan publik digital di masa depan," imbaunya.
Yamin juga meminta para camat, lurah, dan kader untuk terus berperan sebagai penggerak dan edukator. Menurutnya, pemahaman warga tentang manfaat IKD masih menjadi tantangan terbesar di lapangan.