BANJARBARU — Puluhan warga Kalimantan Selatan yang menjalani ibadah umrah akhirnya menginjakkan kaki di tanah air setelah sempat terkendala di Jeddah. Mereka tiba menggunakan pesawat dan disambut di area kedatangan Bandara Internasional Syamsudin Noor pada Jumat pagi.
Para jemaah yang terdiri dari rombongan asal beberapa kabupaten/kota di Kalsel ini sebelumnya dilaporkan tidak bisa pulang sesuai jadwal. Kondisi itu berlangsung selama empat hari sebelum akhirnya ada intervensi dari pihak legislatif.
Peran Anggota DPR RI dalam Fasilitasi Kepulangan
Bambang Heri Purnama disebut terlibat langsung dalam upaya pemulangan puluhan warganya. Langkah yang diambil berupa koordinasi dengan otoritas penerbangan dan perwakilan Indonesia di Arab Saudi.
Informasi yang dihimpun, salah seorang jemaah berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Namun, data lengkap mengenai asal daerah seluruh rombongan masih terus didata oleh pihak terkait.
Kronologi Kejadian di Jeddah
Rombongan jemaah ini mulanya dijadwalkan terbang pulang lebih awal. Namun, maskapai yang digunakan mengalami kendala teknis sehingga seluruh penumpang terpaksa menunggu di bandara maupun hotel penampungan.
Selama masa penantian, para jemaah mengaku kondisi mereka sehat, meski sempat cemas karena biaya akomodasi tambahan tidak terduga. Beberapa di antaranya juga kehabisan bekal obat-obatan pribadi.
Langkah Pengawasan Keberangkatan Umrah ke Depan
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) di daerah. Calon jemaah diimbau memastikan visa dan tiket pulang sudah terkonfirmasi sebelum berangkat.
Pihak bandara belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme kedatangan rombongan ini. Sementara itu, para jemaah dijadwalkan langsung kembali ke rumah masing-masing setelah proses pemeriksaan imigrasi selesai.
Belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Agama ataupun Dinas Kesehatan setempat mengenai pemeriksaan kesehatan pasca-perjalanan panjang tersebut.