BANJARMASIN — Duka mendalam menyelimuti kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Selatan usai tiga mahasiswanya menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (1/8/2026). Peristiwa tragis itu tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghentikan masa depan tiga mahasiswa penerima beasiswa yang tengah menempuh tugas KKN.
Kabag Humas dan Kerja Sama UNU Kalsel, Muhdi SE MM, membenarkan kabar duka tersebut saat dihubungi wartabanjar.com, Sabtu malam. Ketiga korban diketahui berasal dari angkatan 2023 dan menempuh pendidikan di dua program studi berbeda.
Identitas Tiga Mahasiswa UNU Kalsel yang Meninggal Dunia
Kecelakaan maut di Mantewe ini menghilangkan nyawa Veri Andi Saputra Bin Fathur Rahman, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi. Dua korban lainnya adalah Nafa Izzatul Jannah Binti Muhamad Dawam dan Nur'aini Salsabila Binti Nur Hadi, keduanya dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Ketiganya merupakan mahasiswa berprestasi yang tercatat sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kehilangan ini menjadi pukulan berat bagi kampus, mengingat mereka sedang menjalani pengabdian masyarakat melalui program KKN di Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang.
Kecelakaan Maut Mantewe: Satu Kejadian, Dua Kampus Berduka
Insiden nahas di Jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru itu tidak hanya menimpa mahasiswa UNU Kalsel. Tercatat dua mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) juga meninggal dunia dalam kecelakaan yang sama, sementara satu mahasiswa ULM lainnya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 Wita ini sontak mengubah suasana KKN yang semula diharapkan berjalan lancar menjadi duka mendalam bagi keluarga besar kedua universitas di Kalimantan Selatan.
Rektor Langsung Turun Tangan, Tim Dikerahkan ke Lokasi
Respons cepat ditunjukkan pimpinan UNU Kalsel. Rektor Dr Ir H Abrani Sulaiman MSc langsung memerintahkan Wakil Rektor 3, Dr Ir Murjani SP, beserta tim untuk bergerak ke lokasi KKN dan menemui keluarga korban. Rombongan resmi berangkat dari kampus pada Sabtu pukul 13.30 Wita, hanya beberapa jam setelah insiden terjadi.
Langkah cepat ini menunjukkan komitmen kampus untuk berada di sisi para keluarga yang ditinggalkan, sekaligus memastikan proses penanganan pasca-kecelakaan berjalan dengan baik.
Ucapan Duka dari Kampus untuk Para Korban
UNU Kalsel menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam melalui akun media sosial resmi kampus. Pesan duka tersebut juga menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan menghadapi musibah ini.
"Semoga almarhum dan almarhumah diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin Allahumma Aamiin," demikian bunyi pesan duka yang disampaikan UNU Kalsel.