KALIMANTAN SELATAN — Timnas Inggris dijadwalkan merumput di Stadion New York New Jersey saat melawan Ghana pada Minggu (28/6) mendatang. Namun, kesan pertama yang menanti The Three Lions bukanlah gemerlap stadion berkapasitas 82.500 kursi itu, melainkan reputasi buruk yang melekat padanya.
Kritik paling keras datang dari gelandang Timnas Prancis, Adrien Rabiot. Usai menekuk Senegal 3-1, ia melontarkan komentar pedas soal kualitas lapangan. "Lapangan, saya tidak tahu apakah Anda akan menyebutnya demikian. Rasanya seperti rumput sintetis. Keras dan kaku," ujar Rabiot seperti dikutip Sport Bible.
Vinicius Jr. Ikut Protes: Lapangan Kering dan Hambat Ritme
Bintang Brasil, Vinicius Jr., juga angkat bicara. Menurutnya, permukaan lapangan justru mengering terlalu cepat saat suhu panas. "Ini memperlambat permainan kami, dan kami tidak bisa menjaga ritme," keluh Vinicius usai laga fase grup.
Masalah ini akut karena stadion yang merupakan markas New York Giants dan New York Jets itu memang dirancang untuk American Football. Saat NFL bergulir, lapangan menggunakan rumput sintetis penuh. Baru selama Piala Dunia 2026, pengelola memasang rumput asli sementara—yang justru dianggap gagal memenuhi standar sepak bola profesional.
Bukan Hanya Kritik, Cedera ACL Menghantui Stadion
Julukan 'terkutuk' tidak muncul begitu saja. Stadion yang sama juga menjadi lokasi cedera parah bagi sejumlah bintang NFL. Malik Nabers tercatat mengalami masalah serius pada ACL-nya saat bertanding di sini. Cedera ACL serupa juga pernah menimpa Nick Bosa dan Solomon Thomas.
Belum lagi Odell Beckham Jr yang cedera pergelangan kaki, serta Jaelan Phillips dan Aaron Rodgers yang bermasalah pada otot tendon. Reputasi ini membuat para pemain sepak bola khawatir, apalagi stadion tersebut telah ditunjuk sebagai lokasi final Piala Dunia 2026.
Dengan segala kontroversi yang ada, laga Inggris vs Ghana di akhir Juni nanti akan menjadi ujian nyata. Apakah lapangan 'terkutuk' ini akan menggagalkan performa skuad asuhan Gareth Southgate, atau justru menjadi saksi kebangkitan mereka?