BANJARMASIN — Warga Batu Benawa RT 46 mengeluhkan belum adanya penerangan jalan umum resmi di lingkungan permukiman mereka. Aliran listrik untuk lampu swadaya itu disebut disambung langsung dari jaringan PLN, tanpa kejelasan status perizinan.
Keluhan itu disampaikan H Johan, warga setempat, Jumat (30/10/2026). Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan warga berharap pemerintah segera memasang PJU secara resmi.
Lampu Swadaya di Jantung Kota Banjarmasin
Johan menyebut penerangan di wilayahnya hingga kawasan masjid membutuhkan sekitar 15 titik lampu. Warga menilai kondisi itu memprihatinkan karena letak permukiman berada di wilayah perkotaan, bukan daerah terpencil.
"Di sini lampunya hanya mengandalkan swadaya masyarakat dan alirannya mengambil listrik langsung dari jaringan PLN. Seharusnya dipasangkan lampu penerangan jalan yang resmi," ujar Johan.
Ia berharap pemerintah kota memperhatikan kebutuhan dasar tersebut. Menurut warga, penerangan jalan resmi akan mengurangi ketergantungan pada sambungan listrik yang statusnya belum jelas.
DPRD Banjarmasin Pertanyakan Tiang PJU yang Tak Dipasangi Lampu
Anggota DPRD Kota Banjarmasin Faisal Hariyadi merespons keluhan warga. Politisi PAN itu menyebut sejumlah usulan masyarakat terkait infrastruktur, termasuk perbaikan jalan dan pemasangan PJU sejak 2024–2025, masih belum tuntas.
Faisal mempertanyakan belum terpasangnya lampu meski tiang penerangan disebut sudah tersedia. Ia berjanji membawa persoalan itu ke rapat kerja DPRD bersama Pemko Banjarmasin untuk meminta penjelasan soal kendala pelaksanaannya.
"Tiangnya sudah ada, tetapi PJU-nya tidak dipasang. Ini menjadi pertanyaan kami, apa kendalanya dan kenapa pekerjaan itu belum dituntaskan," tegasnya.
Proyek Besar Jalan, Proyek Kecil Tertunda
Menurut Faisal, kebutuhan dasar warga tidak semestinya terus tertunda sementara proyek pembangunan berskala besar tetap berjalan. Ia membandingkan kapasitas pelaksanaan proyek besar dengan pekerjaan kecil yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
"Kalau kita bisa melaksanakan proyek-proyek besar, kenapa proyek kecil yang langsung dirasakan masyarakat justru tidak bisa dilaksanakan?" kritiknya.
Faisal berharap Pemko Banjarmasin mengevaluasi prioritas pembangunan agar kebutuhan penerangan di lingkungan permukiman turut diperhatikan. Persoalan sambungan listrik tak resmi di Batu Benawa akan menjadi salah satu bahan rapat kerja DPRD dengan pemko.