BANJARBARU — Pemkot Banjarbaru memperluas pemahaman masyarakat soal kanal pengaduan pemerintah lewat kader Tim Penggerak PKK. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjarbaru mengumpulkan kader PKK kecamatan dan kelurahan untuk mempelajari pemanfaatan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) LAPOR! sekaligus perlindungan informasi di ruang digital.
Kegiatan berlangsung di Aula Linggangan DPRD Kota Banjarbaru, Rabu (28/10/2026). Peserta tidak hanya dikenalkan pada kanal aduan, tetapi juga dilatih menjaga identitas digital agar lebih aman saat beraktivitas daring.
SP4N LAPOR! sebagai Kanal Resmi Aduan Warga Banjarbaru
Sekretaris Diskominfo Banjarbaru Ahmad Syarief Nizami menegaskan bahwa SP4N LAPOR! adalah kanal resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan dan aspirasi. Ia meminta kanal itu dipakai sebagai wadah positif untuk kemajuan Kota Banjarbaru.
"Mari kita manfaatkan kanal aduan ini sebagai wadah positif untuk kemajuan Kota Banjarbaru," ujarnya.
Harapan berikutnya, kader PKK meneruskan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Termasuk soal keamanan identitas digital, supaya warga lebih aman saat beraktivitas secara daring.
Dua Narasumber Bekali Kader dengan Praktik Penggunaan dan Keamanan Siber
Sosialisasi menghadirkan Titiek Septianingsih dan Helmi Mahditia Adam sebagai narasumber. Keduanya memaparkan tata cara penggunaan SP4N LAPOR! serta langkah praktis menjaga data pribadi di dunia siber.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Bidang Komunikasi Diskominfo Banjarbaru Ahmad Mawardi. Kehadiran pejabat bidang komunikasi menandai bahwa sosialisasi ini bagian dari perluasan kanal aduan ke tingkat kecamatan dan kelurahan.
Mengapa Kader PKK Jadi Sasaran Sosialisasi
Kader PKK dipilih karena jangkauannya menyentuh langsung rumah tangga dan lingkungan RT/RW. Lewat jalur itu, informasi soal kanal aduan resmi bisa sampai ke warga yang selama ini belum tahu ke mana harus melapor.
Materi keamanan data pribadi juga relevan bagi warga yang makin aktif di media sosial dan layanan daring. Kader diharapkan menjadi penyampai pertama di lingkungan masing-masing.