BANJARMASIN — Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin mencatat beban tagihan PJU yang dibayarkan ke PT PLN menyentuh angka puluhan miliar rupiah setiap tahun. Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin Slamet Bagjo menyebut tingginya tagihan itu bersumber dari dominasi lampu konvensional berdaya besar di sejumlah ruas jalan.
"Tagihan PJU kita mencapai Rp1,8 miliar per bulannya," kata Slamet di Banjarmasin, Kamis.
Lampu Sontang Berdaya Tinggi Jadi Penyebab Utama
Menurut Slamet, sebagian besar titik PJU di kota ini masih memakai lampu konvensional atau lampu sontang. Daya listrik yang tersedot jauh lebih besar dibandingkan lampu LED pada tingkat terang yang setara.
Perhitungan tahunan membuat persoalan ini makin terasa. Biaya listrik yang ditanggung Pemkot Banjarmasin mencapai lebih dari Rp20 miliar per tahun.
"Penggunaan lampu LED menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan efisiensi pemakaian listrik," ujarnya.
Jalan Ahmad Yani Sudah Pakai LED, Data Capaian Belum Dihitung
Sejumlah ruas jalan utama di Banjarmasin telah beralih ke teknologi LED. Jalan Ahmad Yani termasuk yang sudah menggunakan lampu hemat energi tersebut.
Dishub belum menghitung secara pasti berapa persen PJU di Banjarmasin yang sudah memakai LED. Pendataan akan dilakukan untuk mengukur capaian penggantian.
"Kami akan menghitung jumlah lampu yang sudah menggunakan LED dan yang masih memakai lampu konvensional untuk mengetahui capaian penggantiannya," kata Slamet.
Harga Lampu LED Lebih Mahal, Penggantian Tidak Bisa Sekaligus
Penggantian seluruh lampu PJU belum dapat dilakukan dalam waktu singkat. Slamet menyebut harga lampu LED relatif lebih mahal dibandingkan lampu konvensional, sehingga Pemkot memilih jalur bertahap.
"Penggunaan LED memang lebih hemat dibandingkan lampu konvensional, karena itu penggantian akan terus dilakukan secara bertahap," ujarnya.
Timer Pengatur Nyala-Padam Ikut Jadi Andalan Efisiensi
Selain mengganti jenis lampu, Dishub Banjarmasin menyoroti pengaturan waktu operasional PJU. Penggunaan pengatur waktu atau timer dinilai membantu mengendalikan kapan lampu dinyalakan dan dipadamkan.
Dengan beban tagihan yang mencapai Rp1,8 miliar per bulan, percepatan peralihan ke lampu LED menjadi salah satu langkah penting bagi Pemkot Banjarmasin untuk menekan belanja listrik daerah. Pendataan jumlah titik LED dan lampu konvensional menjadi dasar penghitungan capaian penggantian berikutnya.