BANJARMASIN — Pemerintah Kota Banjarmasin menekankan agar bantuan Rp 20 miliar dari pemerintah pusat tidak disebar rata tanpa arah. Wali Kota Muhammad Yamin HR menyebut dana itu harus menyasar kebutuhan yang paling mendesak di lapangan: pencegahan kebakaran, perlengkapan petugas, dan layanan kesehatan bagi warga yang terpapar kabut asap.
Menurut Yamin, keselamatan warga dan relawan menjadi ukuran utama keberhasilan penggunaan anggaran. Ia menilai bantuan tersebut bukan sekadar transfer fiskal, melainkan bentuk kehadiran negara di tengah ancaman karhutla yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Alokasi Rp 20 Miliar Diarahkan ke Tiga Kebutuhan Lapangan
Yamin merinci tiga sasaran prioritas penggunaan bantuan. Pertama, penguatan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran. Kedua, pelengkapan sarana prasarana serta alat pelindung diri bagi petugas dan relawan. Ketiga, bantuan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.
“Kami berharap dukungan ini dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran, terutama untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran, melengkapi sarana prasarana serta alat pelindung diri bagi petugas dan relawan, dan membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap,” kata Yamin.
Ia menambahkan, penggunaan bantuan perlu diarahkan pada kebutuhan mendesak yang memperkuat penanganan di lapangan sekaligus meminimalkan dampak asap terhadap warga. Menurutnya, relawan yang bertugas di zona kebakaran termasuk pihak yang paling rentan bila perlengkapan tidak memadai.
Keselamatan Warga dan Relawan Jadi Ukuran Utama
Yamin menegaskan, prioritas pemerintah kota bukan pada besaran nominal, melainkan pada perlindungan jiwa warga dan petugas. Pernyataan itu disampaikan di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran lahan di sejumlah titik Kalimantan Selatan.
“Bagi kami, yang paling utama adalah keselamatan masyarakat dan para relawan. Bantuan ini bukan hanya tentang anggaran Rp20 miliar, tetapi tentang kepedulian dan kehadiran negara dalam melindungi rakyatnya,” tegasnya.
Menurut Yamin, bantuan tersebut mencerminkan sinergi pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Ia berharap kolaborasi lintas pemerintahan tidak hanya bergerak saat kebakaran terjadi, tetapi juga diperkuat melalui pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan.
Dari Istana hingga DPR: Rangkaian Dukungan yang Disebut Yamin
Yamin menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, pimpinan DPR RI, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan, serta kementerian terkait. Ia menyebut dukungan itu lahir dari pengusulan kebutuhan bantuan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin dan seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Sufmi Dasco Ahmad selaku Wakil Ketua DPR RI, Bapak Muhammad Rifqinizamy Karsayuda selaku Ketua Komisi II DPR RI, seluruh anggota DPR RI dari Kalimantan Selatan, serta jajaran kementerian terkait yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi daerah kami,” paparnya.
Selain kepada Presiden dan pimpinan DPR RI, Yamin berterima kasih kepada Menteri Sekretaris Negara, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Kehutanan, serta Gubernur Kalimantan Selatan. Ia juga menyoroti peran Sufmi Dasco Ahmad dan Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat daerah.
Harapan: Penanganan Menyeluruh, Bukan Hanya Saat Kebakaran
Yamin berharap bantuan Rp 20 miliar memperkuat penanganan karhutla secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, pemadaman, penyediaan perlengkapan petugas, hingga perlindungan kesehatan warga. Menurutnya, pola kerja yang reaktif hanya akan mengulang persoalan yang sama setiap musim kering.
“Semoga sinergi ini terus terjaga demi Kalimantan Selatan yang lebih tangguh dan Banjarmasin yang maju dan sejahtera,” pungkasnya.