Pencarian

BEI Luncurkan IDX Commodity 20, AMMN Bobot Terbesar 15%

Jumat, 30 Oktober 2026 • 12:56:01 WIB
BEI Luncurkan IDX Commodity 20, AMMN Bobot Terbesar 15%
Bursa Efek Indonesia resmi meluncurkan indeks IDX Commodity 20 yang mengukur kinerja 20 emiten komoditas dan rantai pasoknya.

KALIMANTAN SELATAN — Bursa Efek Indonesia resmi meluncurkan indeks saham baru IDX Commodity 20 (IDXCMDTY20) yang mengukur kinerja 20 emiten penghasil komoditas dan rantai pasoknya. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memegang bobot terbesar, yakni 15%, diikuti BRMS 11,35% dan BRPT 10,88%.

Peluncuran indeks tersebut tertuang dalam Pengumuman BEI Nomor Peng-00208/BEI.POP/10-2026 tertanggal 29 Oktober 2026. Indeks IDX Commodity 20 mulai berlaku pada 30 Oktober 2026 hingga 26 Februari 2027.

Indeks ini mencakup 20 saham dengan kapitalisasi pasar besar dan likuiditas transaksi yang baik. Sejumlah emiten pertambangan, energi, mineral, hingga petrokimia masuk dalam daftar konstituen awal.

AMMN dan BRMS Kuasai Bobot Teratas

Dua emiten mineral memimpin komposisi bobot IDX Commodity 20. AMMN menempati posisi teratas dengan bobot 15%, sementara PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyusul di 11,35%.

Berikut daftar lengkap 20 konstituen IDX Commodity 20 beserta bobotnya:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): 15%
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): 11,35%
  • PT Barito Pacific Tbk (BRPT): 10,88%
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): 9,88%
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): 7,86%
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): 6,99%
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): 6,02%
  • PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): 4,52%
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA): 3,74%
  • PT Petrosea Tbk (PTRO): 3,36%
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): 3,28%
  • PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): 3,21%
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO): 2,58%
  • PT Timah Tbk (TINS): 2,38%
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA): 2,11%
  • PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR): 1,88%
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): 1,79%
  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI): 1,25%
  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): 0,99%
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): 0,91%

Metode Penghitungan dan Batas Bobot 15%

BEI menggunakan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted dalam menghitung indeks IDX Commodity 20. Metode ini memperhitungkan kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan porsi saham beredar publik atau free float.

Bursa juga menetapkan batas maksimum bobot masing-masing saham sebesar 15% pada saat evaluasi. Ketentuan itu menjelaskan mengapa AMMN, meski kapitalisasi pasarnya besar, tidak bisa mendominasi indeks secara berlebihan.

Dalam keterbukaan informasi, BEI menjelaskan IDX Commodity 20 telah dihitung secara historis sejak tanggal dasar 1 September 2021 dengan nilai dasar 100. Investor dapat melihat rekam jejak kinerja indeks sejak periode tersebut, meski peluncuran resminya baru dilakukan pada Oktober 2026.

Jadwal Evaluasi Mayor dan Minor

BEI menetapkan dua jenis evaluasi untuk menjaga komposisi indeks. Evaluasi mayor mencakup pemilihan kembali konstituen serta penyesuaian bobot saham, dijadwalkan setiap Februari dan Agustus. Hasilnya efektif pada hari bursa pertama Maret dan September.

Evaluasi minor hanya mencakup penyesuaian bobot saham dalam indeks. Proses ini berlangsung setiap Mei dan November, dengan hasil berlaku mulai hari bursa pertama Juni dan Desember.

Apa Artinya bagi Investor

Indeks baru memberi investor acuan tambahan untuk memantau pergerakan saham berbasis komoditas di pasar modal Indonesia. Selama ini, eksposur ke sektor komoditas tersebar di berbagai indeks sektoral dengan komposisi yang tidak selalu mencerminkan rantai pasok secara utuh.

Komposisi IDX Commodity 20 mencakup emiten di sepanjang rantai nilai, dari tambang mineral dan batu bara, energi, petrokimia, hingga jasa penunjang pertambangan. Struktur itu memungkinkan investor melihat bagaimana sentimen harga komoditas global merambat ke emiten hilir dan hulu sekaligus.

Bagi emiten, masuknya ke indeks berpotensi menambah permintaan dari produk reksa dana indeks dan ETF yang kelak menggunakan IDXCMDTY20 sebagai benchmark. Bobot yang dapat berubah lewat evaluasi berkala membuat posisi tiap saham mengikuti perkembangan kapitalisasi pasar dan likuiditas perdagangan masing-masing.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks