Pencarian

Relawan Karhutla di Banjar Sujud Syukur Saat Hujan Deras Turun Usai Berbulan-bulan Kekeringan

Senin, 26 Oktober 2026 • 15:16:01 WIB
Relawan Karhutla di Banjar Sujud Syukur Saat Hujan Deras Turun Usai Berbulan-bulan Kekeringan
Relawan karhutla di Banjar bersujud syukur saat hujan deras turun setelah berbulan-bulan kekeringan.

BANJAR — Momen haru itu terekam dalam video yang viral di media sosial. Sejumlah relawan terlihat tertawa bahagia sambil bersujud di tengah derasnya hujan dan angin kencang. Di belakang mereka, sebuah mobil membawa toren berisi pasokan air, sementara satu relawan yang masih memegang selang ikut melakukan sujud syukur.

Salah satu relawan, Naim, menuturkan bahwa timnya merupakan warga sekitar lokasi kebakaran. Ia dan rekan-rekannya sempat mengisi air ke dalam tandon sebelum berangkat ke titik api.

Berjibaku 40 Menit hingga Hujan Datang

Naim menceritakan, informasi awal tentang kebakaran diterima sekitar 10 menit saat pengisian air ke tandon berlangsung. Setelah itu, tim langsung bergerak menuju lokasi karhutla.

"Setelah berjibaku melawan api sekitar 40 menit sampai 1 jam tidak lama setelah itu turun rintik hujan yang berangsur-angsur lebat, di situ kami dan para rekanan relawan merasa syukur terharu bahagia gembira atas turunnya hujan tersebut karena kami telah menantikan hujan tersebut sudah berbulan-bulan lamanya," kata Naim saat dihubungi detikcom, Senin (26/10).

Warga Sekitar Jadi Garda Terdepan Pemadaman

Relawan yang terlibat dalam pemadaman merupakan warga setempat, bukan tim dari instansi resmi. Mereka bergerak dengan peralatan seadanya, mengandalkan pasokan air dari tandon yang diangkut mobil.

"Kita relawan warga sekitar, kejadiannya Minggu," ujar Naim.

Kekeringan panjang yang melanda Kalimantan Selatan membuat warga menanti turunnya hujan. Kedatangan hujan di tengah proses pemadaman menjadi pemicu luapan syukur para relawan.

Video Sujud Syukur Jadi Perhatian Warganet

Rekaman sujud syukur para relawan menyebar luas di media sosial. Video itu memperlihatkan kontras antara kerasnya upaya pemadaman dan kebahagiaan sederhana ketika alam akhirnya membantu.

Peristiwa di Desa Sungai Alat menjadi gambaran bagaimana penanganan karhutla di sejumlah daerah masih banyak bergantung pada keterlibatan warga. Relawan lokal menjadi pihak pertama yang berjibaku di titik api sebelum bantuan lebih besar datang.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks