Pencarian

UM Banjarmasin Terjunkan 19 Mahasiswa KKN di Balangan, Fokus Digitalisasi Desa Wisata hingga Budidaya Madu Kelulut

Senin, 03 Agustus 2026 • 20:06:31 WIB
UM Banjarmasin Terjunkan 19 Mahasiswa KKN di Balangan, Fokus Digitalisasi Desa Wisata hingga Budidaya Madu Kelulut
mahasiswa UM Banjarmasin menjalani KKN di Desa Balida, Balangan, dengan fokus pada penguatan BUMDes, digitalisasi desa wisata, dan budidaya madu kelulut.

BALANGAN — Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin mulai menjalankan tugas pengabdian di Desa Balida, Kabupaten Balangan. Mereka diterjunkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XIII yang mendapat sokongan dana Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Kehadiran mahasiswa ini diharapkan menjadi katalis percepatan pembangunan desa, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga kapasitas kelembagaan dan adopsi teknologi.

Fokus Kerja: BUMDes dan Lanskap Digital

Berbeda dari KKN pada umumnya yang kerap berfokus pada fisik semata, kelompok mahasiswa ini membawa tiga agenda prioritas. Pertama, penguatan kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar tata kelolanya lebih profesional dan menguntungkan.

Kedua, digitalisasi desa wisata. Mahasiswa akan membantu memetakan potensi wisata lokal dan memasarkannya melalui platform digital agar jangkauan pengunjung lebih luas. Ketiga, pengembangan produk unggulan madu kelulut yang selama ini menjadi komoditas khas masyarakat setempat.

Mengapa Madu Kelulut Jadi Prioritas?

Madu kelulut merupakan produk bernilai ekonomi tinggi yang dihasilkan dari budidaya lebah tanpa sengat. Selama ini, pemasaran madu kelulut di daerah pedalaman kerap terkendala akses pasar dan kemasan yang belum standar.

Dengan pendampingan dari mahasiswa, diharapkan produk ini bisa naik kelas—mulai dari proses pascapanen, pengemasan higienis, hingga sertifikasi yang meningkatkan nilai jual di pasar regional Kalimantan Selatan.

Hibah Kemdiktisaintek Jadi Motor Penggerak

Pendanaan program ini bersumber dari skema hibah Kemdiktisaintek yang memang diarahkan untuk mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan di daerah. Keterlibatan kampus menjadi jembatan antara kebutuhan riil desa dengan inovasi akademik.

Bagi warga Desa Balida, kehadiran para mahasiswa ini bukan sekadar program seremonial. Mereka diharapkan mampu meninggalkan dampak jangka panjang, terutama dalam menciptakan lapak digital bagi produk UMKM dan pengelolaan aset desa yang lebih transparan.

Setelah masa KKN berakhir, evaluasi akan dilakukan untuk mengukur sejauh mana program perkuatan BUMDes dan digitalisasi wisata berjalan, sekaligus menentukan pendampingan lanjutan dari kampus.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: redaksi8.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks