Pencarian

Harga Emas Pegadaian Senin 3 Agustus 2026: Antam Naik ke Rp 2,7 Juta, Galeri24 dan UBS Stabil

Senin, 03 Agustus 2026 • 12:31:01 WIB
Harga Emas Pegadaian Senin 3 Agustus 2026: Antam Naik ke Rp 2,7 Juta, Galeri24 dan UBS Stabil
Harga emas Antam di Pegadaian tercatat naik tipis menjadi Rp 2.715.000 per gram pada Senin, 3 Agustus 2026.

KALIMANTAN SELATAN — Bagi masyarakat yang rutin memantau investasi logam mulia, harga emas batangan di Pegadaian kembali bergerak pada awal pekan ini. Dari tiga produk utama yang dijual—Antam, Galeri24, dan UBS—hanya emas produksi Antam yang mengalami kenaikan. Adapun emas Galeri24 dan UBS tercatat bertahan di level yang sama dengan perdagangan Sabtu pekan lalu.

Rincian Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini

Berdasarkan data resmi Pegadaian, emas Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.715.000. Angka ini naik tipis dari posisi sebelumnya yang menyentuh Rp 2.708.000 per gram. Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, emas Antam dijual seharga Rp 1.410.000, sementara ukuran 100 gram ditawarkan di angka Rp 265.421.000.

Berbeda dengan Antam, harga emas Galeri24 justru stabil di Rp 2.573.000 per gram. Produk ini tersedia dalam pilihan pecahan terlengkap, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Untuk ukuran 1 kilogram, Pegadaian membanderolnya di angka Rp 2.493.852.000.

Emas produksi UBS juga tidak beranjak dari posisi Rp 2.586.000 per gram. Logam mulia dengan merek ini bisa didapatkan mulai dari ukuran 0,5 gram dengan harga Rp 1.398.000 hingga maksimal 500 gram yang dipatok Rp 1.253.799.000. Perlu dicatat, seluruh harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Faktor Global: Dolar AS Bangkit, Harga Emas Dunia Tertekan

Stagnannya harga emas di Pegadaian sejalan dengan pergerakan pasar global. Pada Jumat (31/7/2026), harga emas dunia sempat terpangkas hingga 2 persen setelah indeks dolar AS menguat 0,5 persen. Pelemahan ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaan cenderung menurun.

Mengutip data CNBC, harga emas spot tercatat turun 1,8 persen ke level US$ 4.027,75 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga melemah 1,9 persen ke posisi US$ 4.025,10. Meski sempat tertekan, emas masih mencatatkan kenaikan bulanan tipis sebesar 0,5 persen sepanjang Juli—kenaikan pertama dalam lima bulan terakhir.

Analis Bybit, Han Tan, menilai logam mulia masih kesulitan untuk menembus level psikologis US$ 4.000 secara signifikan. "Meskipun emas hampir mengakhiri tren penurunan selama empat bulan berturut-turut, logam mulia ini kesulitan untuk mencatatkan kenaikan signifikan di atas level psikologis US$ 4.000," ujarnya. Emas masih tertopang oleh ekspektasi pasar bahwa Ketua The Fed, Kevin Warsh, akan memperluas fokus kebijakan bank sentral melampaui ukuran inflasi konvensional.

Prospek Suku Bunga dan Dampaknya ke Logam Mulia Lain

Data inflasi AS yang melambat pada Juni membuat para pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada September kini turun menjadi 65 persen, dari sebelumnya yang sempat berada di atas 80 persen. Kondisi ini sebenarnya menjadi angin segar bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Di pasar logam lainnya, harga perak ikut tertekan 2,9 persen ke US$ 57,29 per ons. Platinum dan paladium masing-masing melemah 2,5 persen dan 3,4 persen, meski keduanya masih mencatatkan kenaikan bulanan. Bagi investor ritel Indonesia, kondisi harga yang fluktuatif ini bisa menjadi momentum untuk membeli emas fisik di Pegadaian saat harga sedang berada di level yang lebih rendah.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks