BANJARMASIN — Tim dosen lintas perguruan tinggi itu menggabungkan keahlian dari tiga bidang: pendidikan dasar, bahasa, dan kebidanan. Ketua tim Hj. Jumainah, M.Pd. mengatakan pendekatan ini dipilih agar edukasi kesehatan reproduksi bisa diterima anak sesuai usia mereka.
“Kami menggabungkan perspektif pendidikan dasar, bahasa, dan kesehatan agar edukasi kesehatan reproduksi dapat disampaikan secara tepat, mudah dipahami, serta sesuai dengan perkembangan anak,” ujar Jumainah dalam keterangan yang diterima di Banjarmasin, Jumat.
Tiga Sesi Pelatihan Sepanjang 2026
Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026 dengan skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP). Pelatihan pertama digelar pada 30 Mei 2026, disusul sesi kedua 11 April, dan sesi ketiga 19 Juni 2026.
Sesi awal difokuskan pada peningkatan kapasitas guru dan orang tua sebagai pendamping utama anak di sekolah maupun rumah. Materi mencakup konsep dasar kesehatan reproduksi anak SD, pengenalan tubuh, batasan aman, dan strategi komunikasi sesuai perkembangan psikologis anak.
Media Edukasi: Poster, Modul, dan Video
Tim mengembangkan modul cetak berbasis visual, cerita dan aktivitas literasi ramah anak, poster edukasi, serta video pembelajaran. Media itu diserahkan ke sekolah sebagai aset pembelajaran berkelanjutan sebanyak 20 poster bertema pengenalan bagian tubuh, menjaga kebersihan diri, dan pencegahan penyakit menular.
Setelah pelatihan, para guru melakukan praktik mandiri di kelas masing-masing dengan pendampingan dan supervisi dari tim dosen. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap materi.
Respons Guru: Pengetahuan Baru yang Langsung Bisa Dipakai
Kepala SD Negeri Marabahan 2 Leni Marlina, S.Pd., MM. menyambut baik program tersebut. “Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” katanya.
Salah satu guru peserta, Titi Suparna, S.Pd.SD., menambahkan pelatihan itu memberikan pengetahuan baru sekaligus contoh media yang siap pakai. “Respons siswa juga sangat positif ketika mengikuti kegiatan,” ujarnya.
Pendampingan Berlanjut Hingga Oktober 2026
Tim dosen UPK dan UMB berencana melanjutkan pendampingan dan pemantauan terhadap mitra hingga Oktober 2026. Langkah ini untuk memastikan materi dan media pembelajaran benar-benar diterapkan secara optimal di kelas.
Tim pengabdian terdiri dari Hj. Jumainah, M.Pd. (PGSD UPK) sebagai ketua, Hidya Maulida, M.Pd. (Pendidikan Bahasa Inggris UPK), dan Bdn. Siti Fatimah, S.St., M.Keb. (Kebidanan UMB).