Pencarian

Tesco Pindahkan 40.000 Server dari VMware Setelah Broadcom Naikkan Harga Lisensi Hingga 175 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 • 05:12:31 WIB
Tesco Pindahkan 40.000 Server dari VMware Setelah Broadcom Naikkan Harga Lisensi Hingga 175 Persen
Tesco memindahkan 40.000 server dari VMware sebagai respons kenaikan harga lisensi oleh Broadcom.

Menurut dokumen gugatan yang dilaporkan oleh The Register pada September lalu, Tesco membeli lisensi perpetual untuk vSphere Foundation dan Cloud Foundation VMware pada Januari 2021. Kesepakatan itu mencakup langganan VMware Tanzu serta layanan dukungan hingga 2026, dengan opsi perpanjangan empat tahun tambahan. Tesco menyebut total nilai kontrak ini sudah dibayar penuh di muka.

Namun saat Broadcom mengambil alih VMware, perusahaan chip asal Amerika itu menolak menghormati perjanjian yang sudah berjalan. Broadcom justru mendesak Tesco membayar harga “berlebihan dan melambung” untuk perangkat lunak virtualisasi yang sebenarnya sudah dibeli Tesco. Lebih parahnya, Broadcom tidak mengizinkan Tesco membeli layanan dukungan untuk lisensi perpetual tanpa harus membeli lisensi berbasis langganan yang sebenarnya duplikatif untuk produk yang sama.

40.000 Beban Kerja Dipindahkan — Skala Migrasi yang Belum Pernah Terjadi

Sebagai respons, Tesco memutuskan untuk memindahkan 40.000 beban kerja server dari infrastruktur VMware. Jumlah ini setara dengan hampir seluruh operasi virtualisasi ritel tersebut di pusat data mereka. Skala migrasi sebesar ini jarang terjadi di dunia enterprise, apalagi dalam waktu singkat setelah akuisisi.

Keputusan Tesco menunjukkan bahwa tekanan Broadcom terhadap pelanggan legacy VMware sudah mencapai titik puncak. Sejak akuisisi senilai USD 69 miliar (sekitar Rp 1.104 triliun) rampung, Broadcom memang mengubah total model lisensi VMware — dari perpetual ke langganan — yang langsung memicu gelombang ketidakpuasan di kalangan korporasi besar.

Dampak untuk Pasar Enterprise Global dan Indonesia

Kasus Tesco bukan insiden terisolasi. Sejumlah perusahaan multinasional lain dilaporkan mulai mengevaluasi ulang ketergantungan mereka pada VMware. Di Indonesia, adopsi VMware di sektor perbankan, telekomunikasi, dan e-commerce cukup masif. Bila Broadcom menerapkan kebijakan harga serupa di pasar Asia Tenggara, operator pusat data lokal bisa menghadapi lonjakan biaya operasional yang signifikan.

Alternatif seperti Proxmox, Red Hat Virtualization, atau solusi cloud-native seperti Kubernetes mulai dilirik sebagai opsi migrasi. Namun proses migrasi 40.000 beban kerja — seperti yang dilakukan Tesco — membutuhkan waktu, biaya, dan risiko teknis yang tidak kecil. Perusahaan di Indonesia mungkin perlu mulai menyusun rencana kontinjensi jika Broadcom tidak mengubah pendekatan komersialnya.

Apa Langkah Hukum Selanjutnya?

Gugatan Tesco di Pengadilan Tinggi London masih berjalan. Broadcom belum memberikan tanggapan resmi terhadap klaim “perilaku sewenang-wenang” yang dilayangkan Tesco. Jika pengadilan memenangkan Tesco, ini bisa menjadi preseden hukum yang mengikat bagi pelanggan VMware lain di Eropa dan kawasan yang mengadopsi standar kontrak serupa.

Yang jelas, Tesco sudah mengambil langkah paling drastis: memindahkan 40.000 server bukan keputusan yang diambil dalam semalam. Perusahaan ritel itu jelas sudah menyiapkan rencana cadangan jauh-jauh hari sebelum gugatan diajukan.

Bagikan
Sumber: arstechnica.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks