252 Calon Pengantin di Amuntai Tengah Terlayani Pusat Lanting Sepanjang 2025, Konseling Terpadu Tekan Stunting

Penulis: Reza Maulana  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:27:32 WIB
calon pengantin di Amuntai Tengah mengikuti konseling terpadu di Pusat Lanting sepanjang 2025.

AMUNTAI — Inovasi pelayanan publik di Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, berhasil mengubah cara calon pengantin (catin) mempersiapkan diri sebelum menikah. Pusat Lanting, yang berlokasi di Balai Penyuluhan KB, kini menjadi pintu tunggal bagi catin untuk mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari gizi hingga kesehatan reproduksi, dalam satu hari.

Henny Hernida, Penyuluh KB dari Balai Penyuluhan KB Kecamatan Amuntai Tengah, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah peserta terjadi sejak program ini resmi berjalan pada 2024. "Sejak mulai diterapkan pada tahun 2024 jumlah Catin yang kami layani semakin meningkat," ujarnya kepada Kanalkalimantan.com, Rabu (26/8/2026).

Data Kenaikan Peserta Pusat Lanting Amuntai Tengah

Data yang dihimpun menunjukkan tren kepercayaan masyarakat yang terus menguat terhadap layanan ini. Berikut rincian jumlah catin yang telah mengikuti konseling:

  • Tahun 2023: Sebanyak 52 orang catin terlayani sebelum inovasi diterapkan.
  • Tahun 2024: Jumlah peserta naik menjadi 189 orang setelah Pusat Lanting beroperasi.
  • Tahun 2025: Lonjakan signifikan terjadi dengan total 252 catin yang mendapatkan layanan.
  • Januari–Agustus 2026: Tercatat sudah 209 catin yang telah mengikuti bimbingan terpadu.

Mengubah Sistem Layanan yang Terpecah Menjadi Satu Atap

Sebelum adanya Pusat Lanting, para catin harus mendatangi Penyuluh KB, psikolog PUSPAGA, hingga penyuluh agama secara terpisah. Proses ini dinilai kurang praktis dan tidak terintegrasi. Kini, seluruh kebutuhan pembekalan tersebut disatukan dalam satu lokasi dan waktu.

Materi yang diberikan mencakup edukasi gizi seimbang, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pencegahan stunting, kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga, hingga nilai-nilai agama. Setelah mengikuti proses bimbingan, peserta langsung memperoleh dokumen resmi pendukung seperti Sertifikat ELSIMIL, Surat Rekomendasi PUSPAGA, hingga keterangan dari KUA.

Menjawab Mitos Stunting dan Memperkuat Pondasi Keluarga

Kehadiran Pusat Lanting menjawab dua masalah utama di masyarakat: kurangnya pemahaman mendasar tentang kesehatan pranikah dan anggapan keliru bahwa stunting murni faktor keturunan. Dalam konseling, dibahas secara jujur kondisi tubuh, anemia, berat badan, usia matang menikah, dan risiko kesehatan lainnya.

"Melalui Pusat Lanting ini hasilnya dapat terlihat, para calon pengantin mendapatkan pengetahuan yang luas sehingga mereka lebih siap sebelum menikah," tambah Henny. Pembinaan tidak berhenti setelah konseling; Tim Pendamping Keluarga melakukan pemantauan berkala di domisili masing-masing peserta untuk memastikan ilmu yang didapat benar-benar diterapkan.

Sinergi Lintas Instansi dan Kendali Mutu Terbuka

Pusat Lanting dibangun atas sinergi Penyuluh KB, Konselor Psikolog, Penyuluh Agama, dan pendamping lapangan. Inovasi ini juga dilengkapi sistem kendali mutu berupa Survei Kepuasan serta Evaluasi Materi yang dapat diakses publik melalui tautan https://s.id/pusat_lanting. Umpan balik dari masyarakat ini dijadikan dasar perbaikan berkelanjutan agar pelayanan tetap relevan dan berkualitas tinggi.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: kanalkalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top