Pencarian

Stok Benih Padi di Kalsel Masih 14 Ton, BBTPH Pastikan Produksi Aman Meski Kemarau Panjang

Selasa, 08 September 2026 • 20:32:01 WIB
Stok Benih Padi di Kalsel Masih 14 Ton, BBTPH Pastikan Produksi Aman Meski Kemarau Panjang
Stok benih padi di gudang BBTPH Kalimantan Selatan tercatat sekitar 14.350 kilogram untuk memenuhi kebutuhan petani.

Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan ketersediaan benih padi untuk petani masih aman di tengah dampak kemarau panjang. Saat ini, stok benih padi yang tersedia mencapai sekitar 14.350 kilogram, cukup untuk memenuhi kebutuhan penanaman hingga musim hujan tiba.

BANJARBARU — BBTPH Kalsel mencatat stok benih padi yang masih tersedia sekitar 14.350 kilogram hingga saat ini. Jumlah tersebut menjadi penyangga utama aktivitas pertanian di provinsi ini ketika sebagian besar lahan mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Kepala BBTPH Kalsel, Sigid Sarsanto, menyebut produksi benih di lingkungan balai tidak terganggu meski cuaca ekstrem melanda. Siklus musim tanam sebelumnya telah tuntas sebelum kemarau datang.

“Untuk produksi secara umum mungkin terganggu karena pengaruh kemarau panjang. Tetapi untuk produksi benih di balai, alhamdulillah tidak ada masalah, karena musim tanam yang lalu sudah selesai dan sudah panen,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa.

Produksi 2026 Capai 24 Ton, Sebagian Besar Sudah Tersalur

Sepanjang 2026, balai yang membawahi sejumlah unit produksi benih ini menghasilkan 24.030 kilogram benih padi dan 2.060 kilogram benih kedelai. Dari total tersebut, benih padi yang telah disalurkan mencapai 9.680 kilogram, sementara benih kedelai yang sudah didistribusikan sebanyak 1.975 kilogram.

Sisa stok kedelai di gudang BBTPH kini hanya sekitar 83 kilogram. Adapun sebagian besar benih sumber yang diproduksi telah disalurkan kepada petani maupun melalui program pemerintah.

Salah satu penyumbang terbesar berasal dari Unit Produksi Benih (UPB) Pabahanan yang mencapai sekitar 9 ton. Seluruh benih dari unit tersebut telah diambil untuk kebutuhan kegiatan pemerintah.

“Yang di Pabahanan sekitar 9 ton benih sumber sudah diambil. Semuanya sudah berlabel, sehingga benar-benar tersalurkan untuk kebutuhan petani,” jelas Sigid.

Penanaman Baru Menunggu Hujan, Target Oktober-Desember

Meski stok masih aman, BBTPH belum bisa memulai siklus produksi berikutnya. Penanaman benih sumber padi baru diproyeksikan berlangsung pada periode Oktober hingga Desember, sangat bergantung pada datangnya hujan dan ketersediaan sumber air.

“Kemungkinan kita tanam lagi bulan Oktober sampai Desember, menunggu hujan. Sekarang masih kering dan sumber air sangat terbatas,” katanya.

Varietas yang akan diproduksi nanti disesuaikan dengan program dan kebutuhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, termasuk varietas padi unggul maupun unggul lokal.

BBTPH Tak Hanya Jaga Benih, tapi juga Sumbang PAD Banua

Staf Penata Layanan Operasional BBTPH Kalsel, Huda, menambahkan bahwa balai ini berperan ganda. Selain menjaga ketersediaan benih, BBTPH merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“BBTPH merupakan salah satu UPT yang menghasilkan PAD melalui retribusi di bidang pertanian. Ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian finansial sekaligus menggerakkan ekonomi lokal Banua,” paparnya.

Sigid berharap hujan segera turun agar petani dan penangkar benih bisa kembali berproduksi. “Harapan kami, mudah-mudahan segera turun hujan sehingga petani bisa bertanam lagi dan penangkar bisa kembali memproduksi benih. Kemarau kali ini luar biasa panjang dan banyak yang tidak bisa tanam,” ujarnya.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks