Pencarian

1 Ton Garam Ditabur di Langit Kalimantan Selatan untuk Picu Hujan, OMC Berlangsung Hingga Rabu

Senin, 07 September 2026 • 18:32:01 WIB
1 Ton Garam Ditabur di Langit Kalimantan Selatan untuk Picu Hujan, OMC Berlangsung Hingga Rabu
Satu ton garam halus disemai ke langit Kalimantan Selatan dalam operasi modifikasi cuaca untuk memicu hujan, Minggu (6/9/2026).

BANJARBARU — Operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan akhirnya bisa kembali dijalankan setelah sempat terhenti lebih dari satu bulan. Sebanyak satu ton garam halus disemai ke langit wilayah utara Kalsel menggunakan pesawat milik BNPB, Minggu (6/9/2026).

Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen (Purn) Herman Hidayat mengatakan, OMC kali ini menyasar awan hujan yang mulai terlihat. Sebelumnya, operasi serupa gagal dilaksanakan karena tidak ada awan yang bisa disemai.

"Setelah satu bulan lebih tidak bisa dilaksanakan karena terkendala tidak adanya awan hujan. Kita bisa laksanakan lagi OMC dengan berkordinasi dengan BMKG dan juga evaluasi tim," ujar Herman dalam keterangan yang diterima detikKalimantan.

Gagal pada Juli 2026 karena Tak Ada Awan

OMC sebenarnya sudah dijadwalkan sejak Juli 2026. Namun, operasi tersebut batal dilakukan lantaran awan hujan tidak tersedia di langit Kalsel. Kondisi itu membuat penanganan karhutla dan kekeringan melalui teknologi modifikasi cuaca tertunda.

Kini, berdasarkan prediksi BMKG, awan hujan terpantau muncul pada rentang siang hingga sore hari. Karena itu, penyemaian garam dilakukan pada jam-jam tersebut agar hujan bisa segera turun.

"Prediksi BMKG dominan siang hari hingga sore hari ada awan," jelas Herman.

Puncak Musim Kemarau Masih Berlangsung

Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Ariansyah menambahkan, provinsi ini masih berada di puncak musim kemarau. Kehadiran hujan sangat dibutuhkan tidak hanya untuk memadamkan karhutla, tetapi juga memulihkan ketersediaan air bersih bagi warga.

"Ini ikhtiar kita bersama. Karena hujan sangat dibutuhkan untuk ketersediaan air selain penanganan karhutla dan juga kekeringan," tutup Ariansyah.

Pelaksanaan OMC direncanakan berlanjut hingga Rabu (9/9/2026) dengan tetap berkoordinasi bersama BMKG dan tim evaluasi di lapangan.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks