Pencarian

Lielaphis slashi, Ular Baru Papua Dinamai Gitaris Guns N' Roses Slash

Sabtu, 19 September 2026 • 10:23:31 WIB
Lielaphis slashi, Ular Baru Papua Dinamai Gitaris Guns N' Roses Slash

KALIMANTAN SELATAN — Spesies ular baru dari hutan New Guinea resmi diberi nama Lielaphis slashi, merujuk pada gitaris Guns N' Roses, Saul "Slash" Hudson. Penamaan ini diusulkan Sara Ruane, Associate Curator of Herpetology Field Museum, yang menggemari Guns N' Roses sejak sekolah dasar. Ular sepanjang 71 cm itu ditemukan lewat analisis genetik dan dideskripsikan di jurnal Zootaxa.

Nama gitaris Guns N' Roses, Saul "Slash" Hudson, kini tersemat pada spesies ular tanah dari hutan New Guinea. Ilmuwan menamai reptil temuan itu Lielaphis slashi, atau Slash's groundsnake, sebagai penghormatan atas kecintaan sang musisi terhadap reptil sejak kecil.

Penamaan tersebut bukan keputusan sembarangan. Sara Ruane, Associate Curator of Herpetology di Field Museum sekaligus penulis senior studi, mengaku sebagai penggemar berat Guns N' Roses sejak sekolah dasar. Ketertarikannya pada Slash bermula saat ia berusia 12 tahun, ketika melihat foto sang gitaris memegang ular piton retikulasi di sampul Reptiles Magazine.

Siapa di Balik Nama Lielaphis slashi

Bertahun-tahun kemudian, ketika Ruane mendapat kesempatan memberi nama spesies reptil baru, ia teringat kembali pada foto dan wawancara Slash di majalah tersebut. Menurutnya, kecintaan Slash terhadap reptil, museum, kebun binatang, dan sejarah alam membuat sang gitaris layak diabadikan melalui nama spesies.

Slash sendiri menyambut penamaan itu dengan bangga. "Sebagai herpephile sejak lama, saya sangat terhormat dan terharu karena Lielaphis slashi dari New Guinea diberi nama sesuai nama saya. Benar-benar menarik, saya tak pernah membayangkan momen ini akan datang," ujarnya dikutip dari Science Daily.

Ular 71 Cm dari Hutan New Guinea

Lielaphis slashi merupakan ular berwarna cokelat kemerahan dengan panjang sekitar 71 cm. Spesimen ini ditemukan pada 2006 oleh Chris Austin saat melakukan penelitian lapangan malam hari di New Guinea.

Pulau New Guinea adalah pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland. Wilayahnya terbagi antara Papua, Indonesia, dan Papua Nugini. Kawasan hutannya dikenal memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan masih menyimpan banyak spesies yang belum terdokumentasikan.

Status ular ini sebagai spesies baru dipastikan lewat analisis genetik. Hasil penelitian menunjukkan L. slashi memiliki perbedaan genetik dari spesies lain dalam genus yang sama. Bukti itu diperkuat perbedaan karakteristik fisik, termasuk jumlah sisik, serta pemodelan ekologi yang menunjukkan perbedaan preferensi habitat.

Tak Berbisa, Tapi Habitatnya Terancam

Meski memiliki gigi besar di bagian belakang mulut, L. slashi tidak diketahui memiliki bisa yang mampu membahayakan manusia. Ular ini diperkirakan memangsa kadal kecil dan telur reptil.

Para peneliti memperingatkan bahwa habitat ular tersebut menghadapi ancaman dari aktivitas manusia, termasuk pertanian kopi dan pertambangan. Penamaan resmi spesies ini dinilai penting untuk membantu ilmuwan memahami sekaligus melindungi keanekaragaman hayati New Guinea.

Studi yang mendeskripsikan Lielaphis slashi dipublikasikan di jurnal Zootaxa. Temuan ini menambah daftar spesies baru dari New Guinea, wilayah yang mencakup Papua, Indonesia, dan disebut para herpetolog sebagai salah satu hotspot biodiversitas paling kaya di dunia.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks