Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, menggelar seleksi peserta pelatihan program kartu siap kerja Pelanduk Amas di Aula Sekretariat Balai Latihan Kerja (BLK) setempat, Senin. Sebanyak 24 pemuda perwakilan dari 11 kecamatan bersaing untuk mengikuti pelatihan dunia kerja pengelasan dan metal.
MARABAHAN — Sebanyak 24 pemuda dari 11 kecamatan di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan, mengikuti seleksi program kartu siap kerja Pelanduk Amas yang digelar Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Batola. Seleksi berlangsung di Aula Sekretariat Balai Latihan Kerja (BLK) setempat pada Senin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Batola, Budi Santoso, menyebut seleksi ini merupakan pintu masuk bagi para pencari kerja untuk mendapatkan keahlian di bidang pengelasan dan metal.
Tahapan Seleksi: Administrasi dan Kesamaptaan
Dua tahap seleksi harus dilalui para peserta. Pertama, seleksi administrasi untuk memverifikasi kelengkapan dokumen dan persyaratan dasar. Kedua, seleksi kesamaptaan yang melibatkan personel TNI-AD sebagai penguji.
Budi Santoso menjelaskan, seleksi kesamaptaan menjadi pembeda dari tahun-tahun sebelumnya. Keterlibatan TNI-AD dalam proses ini bertujuan mengukur ketahanan fisik dan mental para calon peserta pelatihan.
Spesifikasi Peserta Disesuaikan Kebutuhan Industri 2026
Peningkatan kualitas seleksi ini bukan tanpa alasan. Budi Santoso mengungkapkan, dunia usaha dan dunia industri telah menyampaikan kebutuhan mereka melalui forum group discussion (FGD) yang digelar di awal tahun.
"Seleksi kali ini kita lebih berbobot dari sebelumnya," tegas Budi Santoso kepada ANTARA.
Permintaan dari perusahaan mitra magang untuk tahun 2026 cukup spesifik. Mereka menginginkan calon tenaga kerja dengan spesifikasi kemampuan yang lebih baik dan terukur, bukan sekadar peserta yang hadir mengikuti pelatihan.
Pelatihan di Banjarbaru: Asrama dan Konsumsi Ditanggung Pemkab
Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi, mereka akan menjalani pelatihan intensif selama 15 hari di Banjarbaru pada akhir Agustus 2026. Seluruh kebutuhan selama pelatihan telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Batola.
"Mereka sudah disediakan asrama, termasuk makan dan minumnya juga sudah disediakan oleh Pemkab Batola, jadi tinggal belajar," ungkap Budi Santoso.
Program Pelanduk Amas ini merupakan salah satu upaya Disnakertrans Batola untuk menekan angka pengangguran sekaligus menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap diserap industri. Dengan fokus pada keterampilan pengelasan dan metal, para peserta diharapkan memiliki daya saing di pasar kerja regional maupun nasional.