KALIMANTAN SELATAN — Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan bahwa 13 negara telah menyelesaikan prosedur nasional mereka, menandatangani piagam koalisi, dan secara resmi menyatakan bergabung dengan Koalisi Pertahanan Maritim Multinasional. Pernyataan itu dirilis melalui akun media sosial X pada Kamis, menyusul pertemuan ketiga para perencana koalisi yang digelar di Jeddah.
Lima Belas Negara Teken Pernyataan Bersama
Jumlah negara yang menandatangani pernyataan bersama mencapai 15 negara. Namun, dua negara lainnya masih menyelesaikan prosedur nasional yang diperlukan sebelum resmi menjadi anggota penuh.
"Hal ini menandai peluncuran nyata koalisi menuju tahap aktivasi kelembagaan dan operasional," demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Arab Saudi.
Pakistan Duduki Posisi Wakil Komandan
Kementerian menegaskan posisi wakil komandan akan diisi oleh perwakilan dari Pakistan. Sementara itu, komandan koalisi dijabat Laksamana Muda Arab Saudi Abdullah bin Salem Al-Shehri yang ditunjuk pada 6 Agustus lalu.
Fokus Pengamanan Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah
Arab Saudi bersama 13 negara lainnya pertama kali mengumumkan pembentukan koalisi ini pada 30 Juli. Tujuan utamanya adalah menjaga kebebasan navigasi, melindungi perdagangan internasional, dan mengamankan jalur pasokan energi di Selat Bab al-Mandab, Laut Merah, serta Teluk Aden.
Pembentukan koalisi ini menjadi respons atas meningkatnya gangguan keamanan maritim di kawasan tersebut. Selat Bab al-Mandab merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, menjadi titik krusial bagi arus minyak dan gas global.
Langkah Konkret Menuju Aktivasi Operasional
Pertemuan ketiga di Jeddah menjadi momentum penting bagi koalisi untuk bertransisi dari tahap perencanaan menuju aktivasi kelembagaan dan operasional. Negara-negara yang belum menyelesaikan prosedur nasional diharapkan segera menyusul dalam waktu dekat.
Kepemimpinan Arab Saudi atas koalisi ini menegaskan peran aktif Kerajaan dalam arsitektur keamanan regional, khususnya di jalur laut strategis yang menjadi urat nadi ekonomi dunia.