KOTABARU — TMMD ke-129 kali ini menyasar desa yang selama ini akses jalannya masih terbatas. Syairi Mukhlis dalam sambutannya menekankan bahwa program ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga bentuk gotong royong antara TNI dan masyarakat.
"Kami ingin memastikan pembangunan dari desa benar-benar dirasakan warganya. Jalan dan jembatan yang rusak selama ini akan menjadi prioritas," ujarnya.
Target Fisik: Jalan Hotmix dan Rabat Beton
Kodim 1004/Kotabaru menargetkan sejumlah sasaran fisik dalam TMMD kali ini. Beberapa di antaranya adalah pengerasan jalan menggunakan hotmix, pembangunan rabat beton di titik rawan longsor, serta perbaikan jembatan desa yang menghubungkan permukiman dengan lahan pertanian.
Selain infrastruktur, program ini juga mencakup sasaran non-fisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan dan pelatihan keterampilan bagi pemuda desa. Hal ini dianggap penting untuk menjaga semangat gotong royong di tengah modernisasi.
Mengapa Desa Tanjung Lalak Selatan Dipilih?
Desa yang berada di Kecamatan Pulau Laut Timur ini selama ini dikenal dengan medan berat saat musim hujan. Jalan tanah sering becek dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Pemkab Kotabaru menilai desa ini layak menjadi prioritas karena potensi ekonominya yang belum tergarap optimal akibat akses terbatas.
Kepala Desa setempat menyambut baik program ini. Ia menyebut warganya sudah lama menunggu perbaikan jalan agar hasil kebun dan perikanan bisa dijual ke pasar tanpa kendala.
Anggaran dan Jadwal Pengerjaan
Meski belum dirinci secara detail dalam upacara pembukaan, TMMD ke-129 direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh. Personel gabungan dari TNI, Polri, dan masyarakat setempat akan dikerahkan secara bergiliran.
Syairi Mukhlis juga mengingatkan agar pengerjaan dilakukan tepat waktu dan sesuai spesifikasi teknis. "Jangan asal jadi. Mutu harus dijaga karena ini untuk kepentingan warga jangka panjang," tegasnya.
Dampak bagi Warga Sekitar
Dengan selesainya TMMD ini, warga Tanjung Lalak Selatan dan desa-desa penyangga di sekitarnya diharapkan bisa menikmati akses transportasi yang lebih lancar. Mobilitas anak sekolah, ibu hamil ke puskesmas, hingga distribusi logistik diprediksi meningkat signifikan.
Program serupa telah berjalan di Kotabaru sejak beberapa tahun terakhir dan dinilai efektif mempercepat pembangunan di desa-desa terpencil. TMMD ke-129 menjadi yang pertama di tahun anggaran 2026.