KALIMANTAN SELATAN — Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menyatakan pihaknya mendukung penuh proses audit yang tengah berlangsung. Menurutnya, koreksi sebesar Rp 9 triliun ini menjadi instrumen penting untuk membersihkan laporan keuangan dan menegakkan tata kelola perusahaan yang baik.
"PT Pos Indonesia mendukung sepenuhnya proses audit yang saat ini sedang dilaksanakan oleh instansi/lembaga negara yang berwenang sebagai bagian dari upaya mewujudkan Good Corporate Governance, transparansi, dan akuntabilitas," ujar Iwan dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).
Ia menambahkan, perseroan tengah memperkuat sistem pengendalian internal di bawah pendampingan BPI Danantara dan BP BUMN. Transformasi ini diyakini akan mendorong pertumbuhan yang lebih sehat dan berdaya saing di tengah tekanan keuangan yang berat.
Perintah Tegas dari Danantara: Bisnis Inti Harus Positif
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, telah menggelar pertemuan tertutup dengan Direktur Utama Pos Indonesia, Iskandar Kunaefi, pada Rabu (22/7). Dalam pertemuan itu, Dony meminta transformasi dilakukan secara serius hingga ke akar masalah.
"Kalau bisnis intinya masih negatif terus, enggak ada gunanya. Fokus dulu membuat ini positif dan menurunkan cost. Jadi setiap inisiatif harus jelas targetnya, kapan selesainya, dan berapa hasilnya. Kita hanya akan mengontrol berdasarkan itu," tegas Dony dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).
Dony menekankan, pembenahan harus menyentuh aspek fundamental mulai dari tata kelola, kondisi keuangan, hingga model bisnis. Salah satu langkah konkret yang diminta adalah peninjauan ulang struktur pendapatan dan komponen biaya. Perusahaan juga diminta menerapkan model bisnis berkelanjutan dengan melibatkan skema intercompany untuk mempercepat penurunan utang.
Operasional Tetap Jalan, Pelanggan Jadi Prioritas
Di tengah proses audit dan restrukturisasi yang ketat, Pos Indonesia memastikan tidak ada gangguan terhadap layanan publik. Perusahaan berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dengan tetap memberikan layanan pengiriman yang aman dan andal.
"Komitmen kami untuk memberikan layanan yang aman, andal, dan berkualitas kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama perusahaan," pungkas Iwan.
Langkah ini menjadi ujian besar bagi BUMN pos tertua di Indonesia. Dengan utang yang menumpuk dan bisnis inti yang masih negatif, tekanan dari induk holding dan Danantara untuk segera membalikkan keadaan menjadi semakin nyata. Publik pun menunggu apakah transformasi ini benar-benar mampu menyelamatkan Pos Indonesia dari jurang kerugian berkepanjangan.