Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memperluas akses pemasaran bagi lebih dari 4.700 industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) terverifikasi untuk masuk ke jaringan ritel modern. Langkah ini ditempuh melalui skema kemitraan yang difasilitasi pemkot, dengan mendorong pelaku usaha memenuhi standar kualitas, legalitas, dan kemasan.
BANJARMASIN — Lebih dari 4.700 IKM dan UMKM terverifikasi di Kota Banjarmasin kini memiliki peluang memperluas pasar hingga ke ritel modern. Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin tengah mendorong terbentuknya jaringan kemitraan antara pelaku usaha lokal dengan ritel modern agar produk-produk unggulan daerah tidak lagi hanya dipasarkan dari rumah.
Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa keberadaan IKM dan UMKM merupakan penggerak utama perekonomian daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan ritel modern menjadi salah satu kunci agar produk lokal mampu bersaing, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga menembus pasar mancanegara.
"Ini penting bagi IKM dan UMKM, tentu bersama para ritel untuk berkolaborasi. Kita ingin produk-produk ini tidak hanya di rumahan saja, tapi juga bisa masuk ke ritel-ritel modern," ujar Yamin di Banjarmasin, Rabu.
Yamin mengingatkan bahwa akses ke ritel modern tidak serta-merta terbuka tanpa kesiapan dari sisi pelaku usaha. Ada sejumlah aspek fundamental yang harus dipenuhi agar produk lokal layak mengisi rak-rak ritel modern.
Pemenuhan standar tersebut dinilai krusial karena ritel modern menerapkan sistem kurasi yang ketat sebelum menempatkan produk di gerainya.
Pemkot Banjarmasin tidak hanya berhenti pada sosialisasi. Pemkot menyelenggarakan sosialisasi kemitraan yang diharapkan menghasilkan tindak lanjut nyata, mulai dari proses kurasi, penempatan produk, transaksi, hingga kerja sama berkelanjutan antara pelaku usaha dan jaringan ritel modern.
Kemitraan ini dibangun dengan prinsip saling menguntungkan. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, pelaku usaha meningkatkan kualitas dan daya saing, sementara ritel modern menyediakan akses pasar yang lebih luas. Dengan terbukanya akses pemasaran, omzet dan kapasitas produksi diharapkan meningkat, yang pada akhirnya menciptakan lapangan kerja baru bagi warga Banjarmasin.
"Harapan kita itu berjalan sesuai harapan, sukses dan lancar. Tentunya IKM naik kelas," kata Yamin menambahkan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih kokoh di Kota Banjarmasin, sekaligus menjawab tantangan pelaku usaha kecil dalam menjangkau pasar yang lebih luas di tengah persaingan yang semakin ketat.