Sebanyak 14 personel pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan api yang nyaris melalap bangunan SMPN 4 Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, pada Rabu siang. Kobaran api yang membakar semak belukar di sekitar sekolah hanya berjarak beberapa meter dari ruang kelas sehingga mengancam keselamatan aset pendidikan tersebut.
BATULICIN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius di kawasan pendidikan Tanah Bumbu. Kali ini, gedung SMPN 4 Simpang Empat nyaris menjadi sasaran amukan api yang merambat cepat dari tumpukan ilalang kering di sekitar lingkungan sekolah, Rabu siang.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Bumbu, Syaikul Ansari, mengungkapkan bahwa jarak antara titik api dengan bangunan sekolah sangat dekat. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya semak dan rumput liar yang menjadi bahan bakar alami bagi cepatnya perambatan api.
"Api menjalar dan hampir membakar gedung SMPN 4 Simpang Empat, namun berhasil diamankan oleh tim sebanyak 14 orang," ungkap Syaikul saat dikonfirmasi di Batulicin, Rabu.
Berdasarkan keterangan salah seorang guru, Ruzziannur (41), api pertama kali terlihat di area tumpukan ilalang kering yang berlokasi persis di depan ruang kelas 7A. Jaraknya hanya sekitar 25 meter dari pintu kelas, dan hembusan angin kencang membuat api langsung membesar dan menjalar ke arah gedung.
"Dugaan saya, api berasal dari tumpukan ilalang kering yang terletak depan ruang kelas 7A dengan jarak 25 meter dari depan kelas. Karena angin kencang sehingga api langsung menjelar," tutur Ruzzi.
Kecepatan perambatan api yang tinggi membuat para guru yang masih berada di sekolah langsung bergerak sigap sebelum bantuan tiba. Mereka berupaya melakukan langkah awal untuk memperlambat laju api sembari menunggu armada pemadam tiba di lokasi.
Begitu menerima laporan, petugas jaga Posko Simpang Empat langsung menerjunkan kekuatan penuh. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai air dikerahkan ke lokasi kejadian untuk memastikan api tidak sempat menyentuh bangunan sekolah.
Personel gabungan yang terdiri dari 14 anggota Damkar, personel kepolisian, serta para guru bahu-membahu memutus rantai perambatan api. Upaya keras tersebut akhirnya membuahkan hasil, gedung sekolah berhasil diamankan meskipun lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare hangus terbakar.
"Petugas Damkar belum bisa memastikan secara pasti penyebab kebakaran lahan tersebut, namun hingga saat ini petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan proses investigasi untuk mengungkap asal muasal api. Proses pendinginan di lokasi terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar titik api tidak muncul kembali dan menyebabkan kebakaran susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya kerentanan kawasan lahan kosong di sekitar permukiman dan fasilitas publik di Tanah Bumbu selama musim kemarau. Kejadian di lingkungan SMPN 4 Simpang Empat ini sekaligus menegaskan pentingnya kewaspadaan dini terhadap potensi karhutla yang dapat mengancam keselamatan warga dan aset daerah.